IT HAS TO BE YOU PART 1 (SEQUEL TO BE WITH YOU)

PhotoGrid_1468143238460.jpg

 

 

TITLE : IT HAS TO BE YOU (SEQUEL ‘TO BE WITH YOU’) PART 1
AUTHOR : IYONGIE
MAINCAST : HWANG EUNBI (OC)
SONG MANSE (OC)

CAST : JASPER CHO, CHOI YUJU, KIM JOONMYUN (SUHO),
BAE JUHYUN,
HWANG FAMILY, SONG FAMILY
LENGTH : CHAPTERED
GENRE : ROMANCE, HURT, FAMILY, SAD.
RATING : PG-17
SUMMARY : “ Fill up my emptiness. Without you, I’m just an empty shell.”

SEQUEL DARI TO BE WITH YOU

Note :
Annyeong! Disini aku bawa sequel fanfiction yang pernah aku kirim ke skf judulnya ‘what is love’.
Mau klarifikasi, masalah judulnya aja.
Di skf kan judulnya ‘What is Love’ nah kalo di blog pribadi aku judulnya itu ‘To be with you’.
Kalo ada yang penasaran sama blog aku silakan kunjungi https://iyongie.wordpress.com/
Dan kalo pengen lebih ‘ngena’ feel nya silakan putar lagi dibawah ini
BACK SONG :
Chen feat Chanyeol – If we love again
Madtown – Emptiness
Yesung Super Junior – It has to be you
€ Storyline by Iyongie

Typo is my style
HAPPY READING!

 

========STORY BEGIN========
-EUNBI POV-

Setelah eomma meninggal sesungguhnya aku tak pernah benar-benar bahagia, aku selalu berusaha terlihat ‘baik-baik saja’ dihadapan semua orang. Aku tak ingin menunjukan kelemahanku, terlebih pada appa yang sangat hancur saat eomma meninggal. Appa selalu pulang larut lalu meminum minuman keras di ruang kerjanya dan akhirnya menangis sekencang-kencangnya, melihat itu aku tahu seberapa besar appa mencintai eomma.

Jika aku bertingkah seakan-akan aku adalah orang yang paling menyedihkan dan terus menerus menangisi kepergian eomma itu sama saja menambah beban appa, aku terlalu menyayangi appa dan tak berani menunjukan kesedihanku. Dan pada akhirnya aku selalu mengurung diri dikamar dan menahan tangisanku agar tak terdengar oleh siapapun.

Jika aku harus menangis kupastikan takkan ada orang yang tahu karena aku benci dikasihani, aku benci melihat orang melihatku dengan tatapan ‘kasihan’, dan yang paling kubenci adalah aku yang tak berdaya.

Seperti saat mengetahui penyakit yang dideritaku dulu. Dunia-ku hancur dalam sekejap, kakiku seperti mati rasa dan mulutku tak bisa digerakkan, pikiranku kosong, di usia 17 tahun aku harus menerima jika aku mengidap penyakit mematikan itu dan bahkan kapan saja aku bisa meninggal karenanya.

Orang yang pertama kupikirkan adalah appa, aku tak memikirkan apapun selain appa, bagaimana bisa aku memberitahunya tentang penyakitku? Haruskah ia kehilangan anak dan istrinya karena penyakit sialan itu? Demi tuhan sampai kapanpun aku takkan pernah memberitahunya tentang penyakitku itu. Bahkan membayangkan-pun aku tak sanggup

Sambil menyelam minum air, ya aku pergi ke AS untuk belajar dan juga melakukan pengobatan disana meskipun saat pertama aku harus memohon dan meyakinkan appa bahwa aku bisa sendiri di negeri orang tapi aku berhasil, appa mengizinkanku untuk kuliah di AS.

Setelah 5 tahun di AS aku diberi kabar jika appa akan menikah lagi. Meskipun aku kecewa karena kukira takkan ada wanita lain selain eomma tapi sebagai anak yang baik aku harus hadir dipernikahannya bukan? Memang bukan pesta pernikahan yang mewah, hanya beberapa kerabat dekat saja yang datang. Aku hanya datang dihari pernikahannya saja setelah mengucapkan selamat aku langsung kembali, kulihat wajah kecewa appa tapi aku juga tak bisa menutupi rasa kecewa-ku terlebih rasa bersalah pada eomma. Sampai sekarang aku tak pernah tahu mengapa appa bisa memutuskan untuk menikahi jeon ahjumma.

Setelah melewati hari-hari yang berat karena aku melakukan pengobatan dan jadawal kuliah-ku yang padat tibalah pada hari yang sangat ku-takuti. Saat itu vonis dokter menunjukan bahwa penyakitku kemungkinan sembuhnya menurun menjadi 30% aku sudah tak sanggup berfikir dengan jernih. Bayangan-bayangan mengerikan berputar dikepalaku, aku tak ingin mati di meja operasi dan kesepian disini.

Saat itu kuputuskan untuk kembali ke Korea dan mengambil tawaran appa untuk menjadi CEO di salah satu project perusahaan-nya. Namun sepertinya tuhan sedang bermurah hati padaku, saat-saat aku menyerah dengan hidup-ku tuhan memberikan hadiah dengan mendatangkan-nya padaku.

Song Manse, nama itu sudah membekas dihati-ku dan tak bisa dihapus. Ia adalah cinta pertamaku dan satu-satunya pria yang ada dalam hatiku saat itu, kalian sudah tahu ada pepatah yang mengatakan ‘cinta pertama takkan pernah berhasil.’ Ya, itu hanya ‘cinta bertepuk sebelah tangan’

Namun saat itu aku benar-benar merasakan indahnya cinta karenanya tapi aku juga merasakan pahit-nya cinta. Sungguh, aku tak pernah menyesali bertemu dengannya tak pernah sekalipun. Saat itu aku hanya berfikir aku ingin hanya membuat kenangan yang indah dengannya tapi seiring berjalannya waktu aku menjadi egois dan ingin memilikinya. Sekali saja, sebelum aku mati aku ingin merasakan rasanya dicintai oleh orang yang kukagumi selama bertahun-tahun. Salahkan jika aku mengharapkan ia membalas cintaku? Dilihat dari tingkah-nya aku yakin ia juga mempunyai perasaan yang sama padaku tapi aku memang bukan takdirnya. Seberapa keras aku mengejarnya ia tak pernah melihat kearahku, semua usahaku sia-sia. Setelah semua yang kulakukan bahkan aku hampir kehilangan nyawaku untuknya ia tetap memilih wanita lain dan meninggalkanku. Konyol sekali bukan? Ya, aku tahu.

Tapi setelah kejadian itu aku sadar akan satu hal, alasan aku merasa tak benar-benar bahagia karena aku tak terbuka tentang apapun termasuk hati dan masalahku. Kukira semua orang hanya melihatku dari sisi yang negative dan hanya memanfaatkanku tapi sebenarnya ada orang yang benar-benar peduli padaku, Appa, Yuju, Suho Oppa, Juhyun, Jeon ahjumma, jungkook.

Kukira terkena penyakit mematikan itu ada hikmahnya juga, disaat aku menyerah pada hidupku mereka yang ada disampingku dan memberiku semangat untuk tetap hidup.

Appa pindah sementara ke AS hanya untuk merawatku disana, jungkook dan jeon ahjumma sesekali mengunjungiku di AS dan yuju yang aktif menghubungiku dan suho oppa dan juhyun yang semakin protective padaku. Rasanya seperti menerima banyak cinta dari mereka adalah alasan aku untuk hidup, aku akan tetap hidup untuk mereka dan kali ini aku akan hidup dengan bahagia.

Dendam pada Song Manse yang sudah membuangku? Tidak, aku sama sekali tak menyalahkannya. Dia tak salah, ia benar ‘hatinya adalah miliknya’ sekuat apapun aku mengejarnya untuk mencintaiku takkan pernah bisa karena aku bukan pemilik hatinya bahkan mungkin aku tak pernah ada dihatinya. Karena itu kuputuskan untuk menghentikan ‘cinta bertepuk sebelah tangan’ ini. Aku berusaha melupakan cinta yang menyakitkan itu dengan cara memaafkannya. Ya, sangat berusaha.

Saat itu entah mengapa aku masih bisa berkata pada Yuju dan suho oppa untuk tak menyalahkan atau menyakiti manse, karena jika dilihat dari watak-nya ia takkan segan-segan membuat manse menderita. Cukup dengan memutuskan komunikasi-ku dengan manse itu sudah cukup. Biarlah ia hidup dengan tenang tanpaku, dan kurasa sekarang ia sudah mendapatkan cinta-nya.
Setelah menjalani perawatan intensif yang cukup lama dengan dokter terbaik di AS, akhirnya aku dinyatakan sembuh 95% dan itu berarti resiko terserang penyakitnya hanya 5%. Itu sudah cukup, aku bisa menjalani kehidupanku dengan normal kembali tentu saja aku masih harus datang ke Rumah Sakit sesekali dan harus menjalani hidup yang sehat. Aku bersumpah kali ini aku akan hidup dengan bahagia, untuk appa dan untuk orang-orang yang kusayangi.
==============================0o0=================================

“Baby, mengapa kau terus melamun?” suara berat itu menyadarkanku dan refleks kupalingkan wajahku ke arahnya lalu menunjukan senyumku untuknya yang sedang menyetir

“Sorry, aku hanya tak percaya akhirnya bisa kembali ke korea secepat ini. Apakah ini nyata? Appa dan yang lainnya pasti kaget saat aku tiba disana. Kau yakin aku sudah bisa tinggal disini kan oppa?” tanyaku padanya dan yang kudapatkan adalah tanganku yang jadi hangat karena ia menggenggamnya dengan cara sedikit meremas dan mengangguk mantap seperti mengatakan ‘percaya padaku, kau sudah sembuh’

“Kita sudah sampai, ayo tunjukkan pada semua orang bahwa kau berhasil melawan penyakitmu. Dan kau tak lupa kan akan mengenalkanku pada keluargamu secara resmi?”

“Aish, arasso aku akan mengenalkanmu.”

“Kalau begitu ayo, sepertinya acaranya akan segera dimulai.” Setelah mengatakan itu ia keluar dari mobil dan berlari kecil untuk membuka-kan pintu untukku dengan tangan yang ada diatas kepalaku agar tak terbentur-ya, itu adalah kebiasaan baruku- setelah itu ia menyerahkan tangannya untuk digenggam olehku, manis sekali bukan? Ya, dia adalah Jasper Cho pria yang berhasil membawaku keluar dari penderitaan-ku

Dia adalah salah satu dokter yang menanganiku saat aku di AS. Dia adalah orang yang paling baik, perhatian, dan konyol yang pernah kutemui. Kukira saat pertama melihatnya ia adalah orang yang berwibawa dan cenderung dingin tapi itu salah besar ia sangat perhatian padaku, saat itu aku menganggapnya sebagai dokter dan teman sekaligus karena ia keturunan korea-amerika. Ia selalu menemaniku saat keluargaku kembali ke korea. Waktu berlalu dengan cepat, dan akupun tak menyadari ia menganggapku sebagai wanita karena aku terlalu nyaman saat bersamanya.

Jujur, saat itu aku masih tak membuka hatiku untuk cinta yang baru karena aku masih terluka. Aku tak bisa menerimanya namun aku juga tak bisa menolaknya, jika dilihat dari view yang lebih besar ia adalah seorang dokter yang hebat karena ia sudah keliling dunia untuk membantu orang yang membutuhkan, dengan wajah yang tampan, manner yang baik dan ia sangat terkenal dikalangan medis tak sulit untuk jatuh cinta padanya tapi entah mengapa aku masih saja tak bisa mencintainya.

Bahkan saat aku mengatakan ‘aku tidak mencintainya’ ia terus berusaha dengan segala cara, dari candaan yang terkesan garing dan perhatian yang melimpah ia berikan semuanya untukku bahkan keluarganya yang ada di AS sangat baik padaku, ibunya adalah orang korea dan itu membuatku merasakan kasih sayang seorang ibu lagi. Aku sangat berterimakasih karena itu

Dan saat kukatakan aku akan kembali ke korea ia seperti cacing kepanasan karena meminta cuti untuk menemaniku kembali ke korea, dari situ aku menyadari ia benar-benar mencintaiku. Entah mengapa hatiku bergetar saat itu, seperti melihat bayanganku dulu yang tergila-gila bahkan terkesan kekanakan saat menghadapi cinta. Dan kuputuskan akan mencoba menerimanya menjadi pengisi hatiku, meskipun aku sendiri tak yakin.
====at suho-juhyun’s wedding party====

Aku mengeratkan genggamanku dilengan Jasper oppa saat memasuki tempat pestanya, saat kupalingkan pandanganku aku selalu melihat senyumannya. Entah mengapa senyuman itu selalu berhasil membuatku tenang dan aku sangat menyukainya. Setelah melihat ke sekeliling aku melihat appa sedang berbincang dengan suho oppa.

“Appa!” tanpa sadar aku berteriak memanggil appa saat menemukan siluetnya, dengan langkah yang cepat kupeluk appa yang sedang berdiri dan memegang gelas. Entah mengapa seperti mendapatkan kedamaian saat appa membalas pelukanku, namun saat kusadari bahuku yang terbebas dari kain itu menjadi basah kulepaskan pelukanku dengan cepat. Hatiku sakit saat melihat appa meneteskan air matanya seperti ini, dengan wajah memujanya ia mengusap wajahku dengan lembut

“Anak kesayangan appa sudah kembali?” aku mengangguk, dan tanpa sadar aku juga meneteskan air mataku namun dengan cepat kuhapus dan tersenyum kembali

“bukankah sudah aku bilang appa jangan menangis lagi untukku? Hatiku sakit appa” Kataku sambil menghapus air matanya dan saat aku menyentuh wajah appa kusadari appa sudah bertambah tua meskipun kuakui appa masih tampan untuk umur pria 50 tahun

“Appa bilang padaku bahwa aku harus sembuh, appa tahu kan aku paling tak bisa membantah appa. Jadi, sekarang aku sudah sembuh dan lihat aku sudah bisa memakai dress seperti ini, bukan pakaian rumah sakit lagi” ucapku dengan senyum yang kupaksakan namun appa masih memandangiku dengan mata yang terlihat sendu

“Ya, kau memang anakku. Terimakasih untuk tak meninggalkanku seperti ibumu dan jinwoo. Ibumu pasti bangga punya anak sepertimu.” Aku tak bisa menahan air mataku, aku sudah mengira appa akan mengatakan itu, dan benar ternyata appa masih mengingat kematian eomma. Lagi-lagi aku tak kuat untuk memeluk appa

Tapi ada isakan terdengar sangat jelas disampingku yang kuyakini bukan isakan appa, ya dia adalah yuju sahabat kecilku. Kulepaskan pelukan appa dan menghadapkan tubuhku pada yuju setelah lama memandangi satu sama lain ku lebarkan kedua tanganku menyuruhnya untuk memelukku. Tanpa berfikir panjang yuju langsung menyambar pelukanku dan tangisnya pecah saat itu juga, ia menangis saat itu juga.

“kau adalah wanita paling jahat eunbi-a bagaimana mungkin kau tak memberitahuku jika kau akan pulang? Huaaa” yuju terus menangis dipelukanku dan yang kulakukan adalah mengusap punggungnya yang naik-turun

“Sudah yuju-a orang orang memandangi kita” ucapku sambil melepaskan pelukannya dan astaga make-up yuju terlihat berantakan sekarang “yuju-a make-up mu berantakan, sudah berhenti menangis.” Kutepuk-tepuk pundaknya supaya ia berhenti menangis

“kau benar-benar sudah sembuhkan? Sekarang kau tak usah menjalani kemoterapi kan? Kau tahu aku selalu menangis setiap memikirkan betapa sakit yang selama ini kau tahan sendiri” yuju masih menangis dan merengek seperti anak kecil yang tidak dibelikan permen

“eoh, aku sudah sembuh. Sudah berhenti menangis yuju-a” ucapku sambil menenangkannya dan menghapus air mata yang ada diwajahnya. Saat kupalingkan wajahku kulihat jeon ahjumma, jungkook dan suho oppa sedang melihat kearahku dengan mata yang sudah merah

“tak bisakah kalian menyambutku dengan senyuman? Apa harus melihatku dengan tatapan itu?” aku tak sanggup menangis lagi dan yang kulakukan adalah memeluk mereka bertiga. Seperti teletubbies yang sedang berpelukan, kami memberi kehangatan satu sama lain

“Syukurlah kau sudah sembuh noona, kau wanita yang kuat” kata jungkook
“Mulai sekarang kau harus hidup dengan bahagia eunbi-a” kata suho oppa
“Tuhan memberkatimu nak” kata jeon ahjumma

Setelah itu aku baru tersadar bahwa perhatian semua orang tertuju pada kami bahkan ada yang sampai meneteskan air matanya juga, apakah mereka ikut mengasihaniku?

“Sudah cukup, bukankah ini pesta pernikahan suho oppa dan juhyun? Kita tak boleh seperti ini, kita harus tersenyum!” ucapku sambil menghapus air mataku dan berusaha untuk tersenyum. Setelah itu aku baru tersadar bahwa ada satu orang yang terdiam sedari tadi dan kuputuskan untuk mendekat ke arahnya dan melingkarkan tanganku dilengannya

“Appa, aku ingin memperkenalkan seseorang. Mungkin appa pernah bertemu dengannya.” ucapku mendekat kearah jasper oppa

“Annyeonghaseyo, Jasper Cho imnida.” Ucapnya dengan senyum penuh wibawanya

“Bukankah kau dokter yang menangani eunbi saat di AS?” tanya suho oppa sambil mengerutkan dahi-nya

“Nde, kau benar.”

“Woah! Kau benar-benar Jasper cho? Dokter yang terkenal itu? aku tak menyangka akan bertemu secara langsung denganmu” jungkook mengatakan dengan antusias dan mata yang berbinar

“Ah ne” cho membalasnya dengan senyuman yang awkward

“Nak, kau mengenalkannya sebagai siapa? Dokter yang merawatmu atau namja yang berkencan denganmu?” appa terlihat memperhatikan jasper cho dengan hati-hati

“Dia adalah orang yang sedang dekat denganku, bisa disebut teman kencan mungkin?” semua orang melihatku dengan tatapan curiga “Arasso dia namjachingu-ku, belum lama ini kami berkencan”

“Sudah berapa lama?” Appa terlihat men-introgasi- dengan tatapan tajamnya

“Kira-kira 3 bulan sejak kami resmi berkencan tapi jika anda menanyakan berapa lama saya mengejar putri anda mungkin lebih dari 2 tahun” ucap cho dengan senyuman mautnya dan saat ia melihatku memperhatikannya ia langsung meletakkan tangannya di pinggangku dan mengikis jarak kami

“Setelah acara ini selesai, bisakah kau bicara denganku? Hanya berdua” aku tak pernah melihat appa se-serius ini sebelumnya, sepertinya sikap possessive nya kembali

“Baik tuan, dengan senang hati” ucap jasper oppa sedikit menundukan kepalanya tanda hormat. Tanpa kusangka appa memberinya gelas yang aku yakin itu adalah alcohol, tanpa berfikir panjang ia mengambilnya lalu meminumnya dengan tata krama-nya

“Kakak ipar, silakan duduk disini” rasanya aneh melihat jungkook memanggil oppa dengan sebutan ‘kakak ipar’ tapi aku senang melihat keluargaku menerima jasper oppa dengan baik, Tanpa sadar aku tersenyum

Setelah melihat jasper oppa dan jungkook berbincang panjang lebar, tak perlu kudengarkan dengan seksama aku yakin mereka pasti sedang membicarakan tentang dunia kedokteran.

Lalu kuputuskan untuk berpamitan, aku dan yuju segera menuju ruang pengantin perempuan untuk bertemu dengan juhyun. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu aku membuka pintu dan langsung terlihat jelas juhyun yang sedang menarik napas panjang lalu menghembuskannya, hey? Apakah juhyun sedang nervous? Bukankah ia adalah orang yang datar dan tak penah ada emosi?

 

===============================0o0=============================

 

“Eonni!” teriakku dan ia langsung memalingkan wajahnya pada sumber suara, mata kami bertemu seakan-akan kami bisa memberikan kehangatan hanya dengan menatap mata masing-masing

“Nappeun” gumam-nya namun masih terdengar olehku

“Tak membalas pesan dan mengabaikan panggilanku lalu tiba-tiba datang ke acara pernikahanku. Eonni? Siapa yang mengatakan kau boleh menyebutku eonni?!” tanpa sadar aku melengkungkan bibirku dan berjalan mendekatinya lalu memeluknya, entah mengapa aku rindu dengan omelan juhyun. Sangat jarang bisa membuat juhyun marah seperti sekarang ini.

“Kukira kau sudah tak peduli padaku, kau adalah wanita paling jahat didunia hwang eunbi!” Juhyun memukul punggungku berkali-kali meskipun pukulan itu tak terasa sakit sama sekali. Dan yang kulakukan hanya menerimanya dan memeluk juhyun lebih erat, entah mengapa aku sangat menyukai pelukan juhyun, terasa seperti memeluk eomma.

“Bahkan saat dulu aku menyuruhmu memaggilku eonni kau tak pernah menurut.” juhyun eonni melepaskan pelukannya dan menatapku dengan wajah yang ia buat merajuk. Benar perkiraanku, juhyun-ku sudah berubah. Ia terlihat banyak mengeluarkan emosi sekarang, tak menjadi wanita ter-datar sedunia versi-ku

“Kau akan menikah dengan oppa-ku tentu saja aku harus memanggilmu eonni. Bukankah aku adik ipar yang baik? Aku susah payah datang kesini dan hanya diberi pukulan olehmu” ucapku namun juhyun eonni masih terdiam dan menatap mataku dalam seakan ia ingin masuk ke dunia-ku. Aku tahu maksudnya, ia sedang serius.
“Kau hidup dengan baik kan? Tentu saja kau hidup dengan baik, bahkan kau sekarang berhasil membawa suho oppa ke pelaminan. Kurasa kalian adalah pasangan yang paling aneh se-dunia. Yang satu orang terlalu datar yang satu tidak peka. Kau berhutang cerita padaku!” ucapku menggodanya dengan mencolek-colek dagunya namun diluar dugaanku juhyun eonni tetap terdiam lalu memegang tanganku dan melihatku dengan wajah yang sangat serius, aku sedikit kaget saat ia membingkai wajahku dengan kedua tangannya

“Kau sudah sembuh kan? Tak perlu merasakan sakit lagi kan?” aku menganggukan kepala-ku kutunjukkan senyumanku seperti adik kecil yang dulu ia kenal

“Aku sudah sembuh eonni, aku berjanji takkan sakit lagi.”

“Jangan melakukan itu lagi” juhyun eonni mengusap wajahku dengan lembut seperti yang selalu dilakukan eomma “Jangan melewati rasa sakit itu sendiri. Kau tahu ada aku, yuju, appa-mu, suho oppa, kami semua menyayangimu.” Ucap juhyun eonni lalu meneteskan air matanya

“Aish sudahlah eonni, hari ini hari bahagia-mu. Kau dilarang menangis, kau tahu aku tak suka eonni menangis apalagi itu karena aku.” Ucapku memeluk juhyun eonni dan kita berpelukan lagi dan lagi

“Semua ini karena-mu lihatlah make-up ku, bagaimana ini acaranya akan dimulai sebentar lagi. Apakah aku terlihat menyeramkan? ” juhyun eonni langsung melangkah kearah cermin besar yang ada di pojok ruangan, tanpa sadar aku mengikuti eonni

“aniya eonni, kau tetap cantik.” kulingkarkan tanganku lalu memeluknya dari belakang sambil menyandarkan kepalaku dipundak juhyun eonni

“Mulai sekarang jika ada masalah sekecil apapun harus memberitahu-ku, janji?” aku mengangguk dan kurasakan yuju memelukku dan juhyun eonni dari belakang

“Kalian tahu kan aku sangat menyayangi kalian? Mulai sekarang ayo kita hidup berbahagia” ucapku dan tanpa kusadari yuju dan juhyun eonni meteskan air matanya lagi “YA! KUBILANG KITA HARUS HIDUP BERBAHAGIA BUKANNYA MENANGIS LAGI” teriakku dan itu membuat juhyun eonni dan yuju tersentak lalu tersenyum melihat bodohnya kita bertiga meneteskan air mata lagi

“Happy Wedding eonni, kuharapkan aku bisa cepat menggendong keponakan yang lucu” ucapku

“Happy Wedding eonni, kau harus ceritakan pada kita tentang malam pertama-mu, okay?” yuju mulai melantur dengan pikiran-pikiran kotor-nya sontak aku dan juhyun eonni memandang yuju dan tertawa lagi

Dan setelah itu kita duduk sambil berbincang menceritakan banyak cerita yang selama ini kita lalui masing-masing namun kegiatan itu terhenti karena upacara pernikahan yang akan dimulai.

 

===================================0o0=============================

 

Pesta yang sedehana tapi elegan, khas suho oppa-juhyun eonni. Segalanya berjalan sesuai rencana, bahkan saat acara dansa aku berdansa dengan appa, suho oppa, jungkook, dan jasper oppa. Dan saat berdansa dengan suho oppa aku memperingatkan untuk memperlakukan eonni dengan baik karena aku tahu perjuangan eonni mendapatkan cinta suho oppa, dan yang oppa lakukan menganggukan kepalanya lalu menyunggingkan senyumannya. Setelah pesta selesai aku langsung menuju rumah diantar oleh jasper oppa.

== At Hwang family’s House ==

Saat dirumah kulihat kamar yang sudah kutinggalkan 3 tahun lamanya, terlihat persis seperti tak ada yang memindahkan barangku se-senti-pun. Kulangkah-kan kaki ku menyelusuri setiap sudut, dan aku terpaku pada koleksi foto-ku.

Isinya foto-fotoku sejak kecil dan sebagian adalah foto yang diambil olehku sendiri. Dan sebagian besar adalah foto namja itu, dengan foto sebanyak ini aku bisa dituntut karena mengambil foto tanpa izin dan melakukan tindakan kurang menyenangkan lalu ditahan dikantor polisi. Apakah dulu aku terlalu terobsesi padanya?

Bahkan aku selalu memfoto apapun yang sedang ia lakukan. Jika melihat foto ini semua orang-pun tahu jika hanya aku yang mempunyai perasaan padanya. Entah mengapa jantungku berdetak dengan cepat saat melihat sebuah foto yang menampilkan senyum lebar-ku dan dia saat dipantai. Pantai? Sepertinya aku tak bisa menginjakkan kakiku dipasir lagi-terlalu menyakitkan-

Sudahlah hwang eunbi, sebenarnya apa yang sedang kulakukan sekarang? Sudah jelas ia membuangmu. Aku tak bisa terus seperti ini, kuputuskan untuk mendi dan akan ke kamar appa, sepertinya aku tak bisa tidur dikamar ini, aku harus meminta kim ahjumma untuk membereskan barang-barang yang ada dikamarku besok.

 

==============================0o0==================================

TOK TOK TOK TOK

Kubuka pintu kamar appa, sudah jam 1 malam. Aku takut mengganggu tidur appa dan jeon ahjumma, tapi yang kulihat adalah appa sedang memegang figura eomma dan melamun melihat pemandangan diluar jendela yang langsung menampilkan taman bunga yang dirancang sendiri oleh eomma saat aku kecil. Dimana jeon ahjumma?

“Appa” panggilku pelan lalu appa memalingkan tubuhnya dan mengukir senyuman diwajahnya, entah mengapa aku melihat guratan kesedihan di senyuman itu

“Ada apa sayang? kemarilah” setelah meletakkan figura eomma appa melebarkan kedua tangannya seperti memintaku memeluknya, dan tanpa aba-aba aku melangkah pelan lalu memeluk appa “Mengapa? Kau tak bisa tidur?” aku mengangukan kepalaku dipelukan appa

“Aigoo putri kecilku masuk ke kamar appa hanya karena tak bisa tidur?” appa mengelus punggungku
“Dimana Jeon Ahjumma?”

“Apa maksudmu dimana? Tentu saja dikamarnya” sepertinya aku tahu apa yang terjadi dan yang kulakukan hanya mengeratkan pelukanku

“Mengapa tak tidur dengan ayah? Apa karena ada aku disini?”

“Bagaimana aku bisa tidur dengan orang lain selain ibumu?” aku melepaskan pelukan appa dan memandangi wajah appa seperti meminta penjelasan dan appa membimbingku duduk di ranjang king size-nya

“Sepertinya sudah saatnya appa menceritakan ini padamu, dengarkan baik-baik dan jangan memotong omongan appa karena appa takkan mengulangnya.” Kulihat appa menghirup udara sedalam-dalamnya

“Sebenarnya, jeon ahjumma adalah ibu kandung joonmyun. Kau pasti sudah tahu joonmyun adalah anak sebatang kara yang dulu kita ambil dari jalanan karena eomma-mu yang ingin merawat-nya, dulu eomma-mu bilang ia melihat jinwoo di diri joonmyun. Namun saat kau berada di amerika, joonmyun berhasil menemukan keberadaan orangtua kandungnya. Sayangnya ibu kandungnya itu adalah seorang single parent yang bisa terbilang miskin namun ia mempunyai 1 anak yang cerdas dan mendapat beasiswa. Untuk pertama kalinya joonmyun meminta sesuatu pada appa, permintaanya adalah membawa keluarganya kerumah ini. dan hal yang logis untuk membawa mereka kerumah ini adalah mengangkat jeon ahjumma menjadi istri appa. Appa tahu kau pasti kecewa saat appa bilang akan menikah lagi tapi appa tak bisa menolak permintaan joonmyun. Dan kau tahu permintaan terakhir eomma-mu saat meninggal?” appa menarik nafas panjang-lagi-dan meneruskan ceritanya meskipun sudah kulihat mata appa merah

“Tolong pastikan eunbi tidak menangis saat aku tidak ada, pertemukan joonmyun dengan orangtua kandungnya apapun caranya, dan kau tahu aku sangat mencintaimu bahkan sampai sekarang cintaku padamu bertambah, aku tahu cintamu padaku juga lebih besar maka dari itu hiduplah dengan baik. Saranghae” ucap appa menirukan perkataan eomma

“Pernah sekali appa membayangkan untuk hidup bersama jeon ahjumma tapi setelah itu appa dilanda rasa bersalah, bahkan sebelum mencobanya appa sudah merasa bersalah pada ibumu. Bayangan ibumu selalu mengahantui appa, dan appa baru sadar. Appa tak bisa bersama wanita lain selain ibumu, bahkan sampai sekarang cinta appa pada ibumu semakin besar. Dan jeon ahjumma tak keberatan untuk menjadi ‘istri tertulis’ appa”Jelas appa panjang lebar dan yang kulakukan hanya memandanginya dengan rasa bersalah yang amat besar

“Mianhae appa, sebenarnya saat mengetahui appa akan menikah lagi aku membenci appa bahkan aku berniat tak datang di acara pernikahan. Tapi eomma datang dimimpiku dan mengatakan eomma tak suka melihatku menangis dan membenci pria yang dicintainya. Mianhae appa, aku sudah membenci appa tanpa tahu yang sebenarnya.” aku tak tahu mengapa hari ini aku tak bisa menahan air mataku. Seharusnya aku tahu saat melihat foto keluargaku masih terpajang diruang utama sampai sekarang, appa masih mencintai eomma bahkan sampai sekarang. Aku tak tahu mengapa aku merasa sangat lega sekarang.

“Gwenchana putri kecilku, ini bukan salahmu.”

“Appa, aku ngantuk.” Aku menguap dan menyandarkan kepalaku dipundak appa

“Kau ingin tidur dengan appa?” aku mengangguk

“Bolehkah?”

“Aigoo kau sudah 28 tahun dan masih ingin di nina bobo kan appa? Kemarilah” appa segera membaringkan tubuhnya dan memberi tangannya untuk bantalku dan tanpa pikir panjang kurebahkan tubuhku didekat appa dan menempatkan kepalaku dilengan appa

“Kau ingat saat masih kecil kau tidak suka jika eomma tidur dengan appa? Jika eomma ketahuan memindahkanmu yang sudah tertidur kekamarmu, kau akan mengamuk lalu kembali tidur diantara kami” aku hanya bisa tersenyum saat kenangan itu kembali muncul dikepalaku

“Emm mengapa aku melakukan itu ya appa? Kalau dipikirkan sekarang aku jadi menyesal karena merusak momen romantis appa dan eomma.” Ucapku tersenyum dan menyembunyikan kepalaku didada appa “Appa, aku yakin eomma dan jinwoo tersenyum melihat kita dan sedang melakukan hal yang sama seperti kita, keutji?”

“Tentu saja. Sudah malam, waktunya kau tidur.”

“Eum, Jaljayo appa.”

“Jaljayo Nae Dal” kurasakan appa mencium puncak kepalaku lalu berbisik “Terimakasih karena sudah bertahan dan tetap hidup, jika kau meninggalkan appa seperti jinwoo dan eomma-mu.” Appa tediam lalu berbisik lagi “mungkin appa akan melakukan segala cara untuk menyusul kalian” puncak kepala terasa bawah dan aku yakin itu adalah air mata appa

‘setelah ini aku takkan membiarkan appa menangis lagi, takkan pernah’

 

====At PLC Entertainment====

 

AUTHOR POV

Hari ini hwang eunbi diundang untuk melakukan interview di salah satu majalah yang terkenal dikorea. Saat pertama melihat script, eunbi ragu untuk menyetujui kehadirannya karena tema yang diangkat adalah perjalanan hidup seorang hwang eunbi, apakah eunbi harus menceritakan kehidupannya pada publik? Tapi berkat jasper cho ia berani menerima tawaran itu, karena siapa tahu dengan perjalanan hidupnya bisa menjadi motivasi bagi orang-orang yang bernasib sama dengannya

Setelah keluar dari ruang make-up eunbi dan asisten cha mengikuti salah satu kru menuju ke sebuah studio yang cukup besar dengan latar belakang biru langit. Salah satu kru tadi mengarahkan eunbi untuk duduk dihadapan kamera, setelah eunbi duduk dan ia berusaha untuk tetap tenang dengan mengambil nafas dalam.

‘kukira hanya wawancara biasa, harusnya aku memakai pakaian yang lebih bagus dari ini’ batin eunbi

Semua persiapan sudah lengkap, eunbi yakin pria yang duduk disebelah cameramen adalah PD-nya karena ia memegang selembar kertas yang pasti adalah script tadi yang dilihat eunbi. Dan eunbi yang terlihat sedikit gugup kembali mengecek rambut dan pakaian-nya padahal tanpa ia rapikan pun hwang eunbi sudah sangat sempurna dengan kemeja putih yang agak kebesaran dipadukan dengan rok berwarna abu diatas lutut yang cukup ketat dan memperlihatkan tubuh seksinya dan jangan lupa rambut hitam legam yang ia biarkan tergerai indah
“hwang eunbi-ssi apakah sudah siap?”

“nde” ujar eunbi dengan senyumnya, seorang kru pria berbadan besar berdiri disebelah cameramen yang ia kenal sebagai seorang PD, pria itu berteriak ‘cue’
Eunbi melihat camera berkedip dan itu tandanya camera sudah menyala dan mulai merekam-nya
Setelah itu terdengar suara yang sedang membaca script yang sudah pasti adalah pertanyaan untuk hwang eunbi.

 

Tolong perkenalkan diri anda?
“Annyeonghaseyo, saya CEO Hwang Group. Hwang eunbi imnida” hwang eunbi tersenyum dan menundukan kepalanya sebagai tanda penghormatan dan mendapat tepuk tangan dari para kru terutama kru pria yang melotot terpana dengan kecantikan eunbi

Sekarang ini anda menjadi salah satu CEO termuda dikorea yang dilirik para pebisnis dunia, bahkan profil anda pernah dimuat di majalah negara asing. Bagaimana tanggapan anda tentang hal ini?
“Pertama mendengarnya saya sendiri tak percaya, ‘ah tidak mungkin’ tapi setelah melihat sendiri majalahnya saya merasa semua kerja keras saya terbayar. Dan saya menjadikan ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras lagi.” Eunbi menyunggingkan senyuman awkward-nya

Siapa yang pertama memberi selamat setelah mendengar berita ini?
“Nae Abeoji.”

Banyak netizen yang mengatakan bahwa anda masuk ke universitas Harvard dan menjadi CEO adalah kekuatan dari ayah anda. Apakah itu benar?
“Untuk masuk ke Harvard itu murni kerja keras saya sendiri. Saya tahu banyak orang yang meragukan saya karena saya anak dari Hwang Jihoo. Karena dari itu saya berusaha keras untuk menunjukan bahwa saya bisa tanpa bantuan dari ayah. Saat SHS saya mencoba untuk mendaftarkan diri di program beasiswa Harvard secara tersembunyi dan taka da seorangpun tahu termasuk aboeji, setelah hasil pengumuman keluar saya melihat nama saya ada dan mendapat beasiswa full tapi saat itu abeoji menentang saya kuliah di luar negeri tapi setelah dibujuk akhirnya aboeji mengijinkan. Setelah menyelesaikan S1 saya ternyata saya mendapat tawaran melanjutkan ke S2 tanpa biaya-lagi-. Bisa dikatakan saya mendapatkan beasiswa berturut-turut. Dan untuk menjadi CEO itu memang diberikan Cuma-Cuma oleh abeoji dan sebenarnya menjadi CEO adalah cita-citaku dari kecil, setelah lulus dan mendapat gelar master banyak perusahan yang bergengsi di amerika menawarkan pekerjaan dengan gaji yang sangat tinggi, sekilas saya tergiur dan ingin bekerja disana saja tapi tiba-tiba abeoji menelfon dan meminta saya segera pulang untuk memimpin salah satu project-nya yaitu CEO Kuma’s Mall saya tidak bisa menolak karena memang tujuan saya membantu abeoji. Dan sekarang saya bukan hanya memegang Kuma’s mall saja tapi saya sudah menjadi CEO Hwang group, tentu saja tidak diberikan langsung. Saya harus memenuhi kriteria dan membutuhkan kepercayaan oleh pemegang saham lain. Sepertinya saya sedikit keberatan dengan perkataan mendapat jabatan ini dengan kekuatan aboeji karena beliau tak membantu saya sedikitpun saat saya berkerja keras untuk mendapatkan jabatan ini” ucap eunbi dengan sedikit aegyo yang ia sendiri tak sadar dan itu membuat para kru menatap takjub seorang hwang eunbi, bagaimana bisa ia sesempurna itu?

Namun sesi wawancara eunbi sedikit terganggu karena perhatian sebagian kru terpaku pada model yang baru saja datang ke studio. Bahkan sebagian kru wanita ada yang menjerit karena ia dapat bersalaman dengan sang model. Eunbi yang masih belum sadar ia bingung melihat ada kru yang meletakkan satu kursi lagi disebelahnya.
‘sepertinya ada orang yang akan diwawancara juga’ batin eunbi

“Maaf saya terlambat, sesi wawancaranya belum selesai kan?” suara berat pria terdengar dibelakang eunbi. Saat eunbi menolehkan wajahnya ia hanya bisa melihat pria itu menundukan badannya berkali-kali pada kru
‘tidak mungkin’ batin eunbi

“gwencahayo song manse-ssi kita baru mulai silakan duduk” kata sang PD dengan senyumnya dan sepertinya perkataan PD tak sampai ke telinga song manse karena yang ia ajak bicara sedang memperhatikan wanita cantik yang berada disebelahnya tanpa berkedip

DEG DEG DEG

Jantung eunbi berdetak lebih cepat saat mendengar nama itu-lagi- eunbi merasakan pria itu sudah duduk disampingnya. Setelah menolehkan kepala kesamping mengapa eunbi merutuk dalam hati mengapa ia selalu dipermainkan oleh takdir? Bertemu dengan pria itu adalah list dari hal yang sangat dihindarinya.

Tanpa eunbi sadar tangannya bergetar dan dengan cepat ia menggenggam kedua tangannya agar tak terlihat seperti orang idiot dan saat mata mereka bertemu dunia keduanya seakan berhenti berputar ada tatapan rindu, bahagia, dan kesedihan. Ia benci saat tubuhnya bereaksi lain dari perintah otaknya. Namun dengan cepat eunbi membungkukan badannya ber-acting senatural mungkin dengan menyapa tanpa gugup. Dan manse melakukan hal yang sama dan menunjukan senyuman yang dulu sangat eunbi favorite-kan.

Melihat eunbi menggunakan rok yang cukup memperlihatkan kaki jenjang-nya manse refleks membuka jas-nya dan menaruh diatas pangkuan eunbi. Sontak eunbi kaget dengan perlakuan manse yang tiba- tiba.

“Gamsahamnida” cicit eunbi tanpa melihat mata manse namun masih sempat untuk sedikit membungkukkan kepalanya untuk mengisyaratkan rasa terimakasihnya

“Sepertinya kalian berdua sudah saling mengenal?” ucap sang PD

Song Manse dan Hwang Eunbi terdiam dengan pertanyaan mendadak dari sang PD. Berbeda dengan manse yang hanya diam dan para kru terlihat mengerutkan keningnya, eunbi langsung menjawab pertanyaan itu

“Nde, perusahaan saya pernah mengontrak song manse-ssi sebagai model. Dan saya pernah beberapa kali berbicara pada song manse-ssi” Sang PD menganggukan kepalanya dan diikuti oleh para kru lain

Manse yang sedari tadi memandang eunbi dari samping sedikit kecewa dengan jawaban itu.
‘Berbicara beberapa kali?’ batin manse

“Baiklah kita akan melanjutkan sesi wawancara-nya”

Hwang eunbi-ssi maaf untuk membahas hal ini tapi banyak orang yang kaget dan bahkan perusahaan anda sedikit terguncang saat mendengar bahwa kau mengidap penyakit serius. Jika anda berkenan bisa ceritakan tentang penyakit itu dan sembuh seperti sekarang?
“Saya mengetahui penyakit ini saat umur saya 17 tahun, dan tak ada seorangpun yang tahu saya mengidap penyakit ini. Saya berusaha menyembunyikannya karena aboeji, seperti yang kalian tahu ibu dan kembaran saya mengidap penyakit yang sama, mereka tak bisa bertahan dan akhirnya meninggal. Saya tak ingin melihat abeoji sedih karena keluarga yang ia punya hanya saya, lalu saya memutuskan melakukan pengobatan secara sembunyi namun dokter mengatakan harus melakukan pengobatan amerika karena alatnya lebih canggih. Dengan kedok kuliah di Harvard saya melakukan pengobatan, tapi setelah 7 tahun melakukan pengobatan penyakit saya semakin ganas dan vonis dokter kemungkinan hidup hanya 30% dan itupun dibantu dengan obat-obatan, saat itu saya sudah tak sanggup berfikir dengan jernih. Dan hal yang saya pikirkan adalah ‘jika harus meninggal aku ingin meninggal disamping orang yang kusayangi.’ Setelah 6 bulan di korea penyakit itu kambuh dan saya sempat koma selama seminggu, saat itu keluarga saya tahu jika saya mengidap penyakit jantung.” Eunbi menghirup udara sedalam-dalamnya dan berusaha mengeluarkan suara-nya namun para kru yang melihat eunbi panic dan langsung mengambil sekotak tissue

“hwang eunbi-ssi jika masih terasa berat tidak apa, tak usah diceritakan” ucap sang PD dengan penuh perhatian

“Aniyo, gwenchanayo.” jelas eunbi dan kembali melihat kamera tanpa sadar orang yang ada disampingnya berusaha sekuat tenaga untuk tak memeluknya saat ini. Ya, song manse berusaha mengontrol emosinya karena pikirannya sekarang hanya tertuju pada hwang eunbi-nya. Ia bersumpah jika ada setetes air mata yang keluar dari mata eunbi-nya ia takkan menahan tubuhnya lagi bahkan mendengarkan cerita ini dari mulut eunbi sendiri sudah menyayat hatinya

“Saya benci melihat aboeji menangis, saya benci dikasihani, dan hal yang paling saya benci adala saat tubuh saya tak berdaya. Setelah bangun dari koma saya melihat itu semua, tubuh saya tak bisa digerakkan sama sekali dan semua orang menangis melihatku. Dan entah bagaimana caranya sesaat saya membuka mata lagi saya sudah berada di rumah sakit amerika dan menjalani pengobatan intensif selama 3 tahun. Selama itu aboeji dan orang-orang terdekat saya selalu bulak-balik amerika-korea. Dan saat itu saya sadar bahwa masih banyak orang yang menyayangi saya setelah itu saya bertekad untuk sembuh dan memulai semuanya dari awal. Sebenarnya kunci untuk melawan penyakit mematikan itu adalah kekuatan cinta dari orang terdekat yang memberi semangat hidup. Jika kau mendapatkan itu saya yakin anda pasti sembuh” setelah menceritakan itu banyak kru yang terdiam dan setelah sang PD bertepuk tangan dilanjutkan dengan kru yang lain dan membuat studio menjadi riuh dan itu membuat eunbi tersenyum

“Hwang eunbi Jjang!” salah satu kru berteriak

“Maaf karena saya menangis mendengar cerita anda, saya tidak mengasihani anda, saya hanya kagum dengan cara berfikir anda yang dewasa saat umur anda hanya 17 tahun dan persis umur anak saya. Ayah anda beruntung mempunyai anak seperti anda.” Ucap salah satu kru wanita sambil mengusap airmatanya dan menatap eunbi dengan dalam dan mengacungkan kedua jempolnya kearah eunbi

“Gamsahamnida” eunbi menunjukan senyum manisnya sambil menundukan badannya dan itu berhasil membuat semua kru terpesona dengan perlakuan eunbi

Setelah keadaan sudah kembali tenang, semua orang sekarang terfokus pada song manse yang sedari tadi selalu menatap eunbi.

“Nah sekarang kami akan mewawancarai song manse-ssi” ucap PD dan itu berhasil membuat manse memalingkan wajahnya dan menatap ke arah camera “Apakah anda sudah siap?”

“Nde PD-nim” jawab manse dengan senyum awkward-nya
Author POV

Tolong perkenalkan diri anda?
“Annyeonghaseyo, Song Manse imnida.” Manse menundukan kepalanya kearah kamera dan memberikan senyum mautnya dan terbukti berhasil karena para kru wanita menjerit dan kembali tenang saat sang PD memalingkan badannya

Bagaimana kabar anda? Apakah anda benar-benar sudah pulih dari kecelakaan 4 tahun yang lalu? Kami dengar anda benar-benar mendapatkan cedera yang serius.
“Sangat baik. Ya, saya sudah sepenuhnya pulih kembali. Terimakasih atas doa dan dukungannya selama ini.”

‘song manse kecelakaan?’ batin eunbi

Kami mendengar berita yang benar-benar mengejutkan, anda sudah resmi keluar dari team pembalap nasional korea selatan. Apakah itu benar?
“Ya, itu benar”

Apakah ini keinginan anda sendiri atau ada sangkut pautnya dengan kecelakaan 4 tahun yang lalu atau ada hal lainnya?
“Sebenarnya hal ini masih sensitive melihat banyak orang yang membuat opini sendiri tentang hengkang-nya saya di dunia ‘balapan’. Sebelumnya saya benar-benar minta maaf pada semua fans dan semua orang yang benar-benar mendukung saya selama ini. Saya tak bisa menyebutkan secara spesifik mengapa saya memilih jalan ini tapi percayalah saya dan keluarga saya sudah memikirkan ini selama 2 tahun terakhir. Keputusan ini sangat berat untuk saya tapi ini keputusan yang saya buat dan sudah final.”

Ini pertama kalinya anda kembali menunjukan diri setelah kecelakaan, apakah anda sudah memiliki rencana setelah memutuskan untuk berhenti menjadi pembalap?
“Saya sudah menandatangani kontrak dengan salah satu agency untuk meneruskan pekerjaan saya di dunia modelling.”

Selama ini anda sudah banyak digosipkan dengan beberapa selebriti di dunia hiburan tapi belum lama ini kami mendengar anda sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita. Apakah wanita itu adalah CEO Agency anda saat ini?
“Woah darimana anda mendapatkan berita seperti itu? aku tak sedang berkencan dengan siapapun saat ini. Namun saya memang dekat dengan CEO saya saat ini, karena ia adalah teman dari salah satu hyung saya.”

Baiklah kalau begitu tolong sapa fans anda yang sudah menunggu selama ini.
“Annyeonghaseyo, Song Manse imnida. Sudah lama saat terakhir saya menyapa kalian seperti ini, maaf karena saya kembali tidak sesuai dengan harapan kalian. Mulai saat ini saya sudah bukan bagian dari team pembalap nasional Korea Selatan tapi saya akan tetap mendukung rekan-rekan saya yang masih membela dan berusaha mengharumkan nama negara kita di seluruh dunia. Terimakasih karena sudah menunggu dan percaya pada saya.” Manse mengucapkannya dengan serius dan menunjukan senyumannya diakhir kalimat

Setelah interview berakhir hwang eunbi dan manse berpamitan dengan semua kru. Saat eunbi melihat assisten-nya ia langsung berjalan sedikit tergesa-gesa, sudah jelaskan ia menghindari siapa?
====At Waiting Room====
“Sajangnim, ini mantel anda.” Assisten Cha memberikan mantel coklat pada eunbi sesaat setelah ia sampai di ruang tunggu-nya

“Gomawo yeojin-a, aku akan dijemput. Kau boleh pulang dengan Supir Han. Annyeong!” ucap eunbi sambil berlalu dan melambaikan tangannya kearah asissten cha dengan senyumannya “Ah jangan lupa berikan jas ini pada pria yang di interview disebelahku, bye! Aku duluan” eunbi sedikit berteriak
“Sajangnim! Bagaimana bisa anda meninggalkanku?!” asisten cha berteriak namun apalah daya hwang eunbi sudah pergi menghilang dari jarak pandang-nya
“Apakah semua orang yang dimabuk cinta selalu seperti itu?” gumam asisten cha lalu memakai mantel dan mengambil tas nya

BRAKK
Asisten cha mendengar pintu terbuka dengan keras
“Eun-a?! oh? Apa kau melihat hwang eunbi?” tanya pria dengan terengah-engah namun orang yang ia ajak bicara hanya diam dan memandanginya saja

“Chogiyo, apa kau tahu hwang eunbi ada dimana?”

“eoh? Sajangnim sudah pergi, mungkin sekarang ada di basement” ucap asisten cha seperti terhipnotis oleh pesona manse

“Gomawo!” ucap manse buru-buru namun tak lupa ia mengedipkan matanya dan itu berhasil membuat tubuh asisten cha merosot ke lantai

“apakah itu tadi? Apakah ia manusia? Mengapa bisa se-sempurna itu? Tunggu! Kenapa aku memberitahu keberadaan sajangnim, bagaimana jika ia adalah orang jahat? Aigoo Cha Yeojin bodoh!” asisten cha terus membenturkan kepalanya ke sofa

===At Basement====

Manse tak berhenti menyunggingkan senyumnya, setelah berhasil menyelinap pergi dari kekangan manager-nya manse berlari seperti orang gila, ia bahkan tak ingat berapa kali meminta maaf karena sudah menabrak orang yang ia pikirkan bagaimana caranya agar cepat sampai basement, ia harus bertemu eunbi-nya.

Senyum itu semakin melebar saat melihat punggung wanita-nya. Ya, manse masih ingat betul siluet wanita itu bahkan dari jarak jauh seperti ini, dengan langkah lebar ia mendekat dan
“Hwang Eunbi” suara lembut manse mampu membuat wanita itu menoleh. Ya, benar! Itu hwang eunbi-nya. “Eun-a” gumam manse dan menunjukan senyuman bodohnya, entah mengapa manse merasa ada kembang api yang meletup didada-nya. Akhirnya, penantian panjang-nya berakhir.

AUTHOR POV END
=================================0o0===============================
MANSE POV

“Annyeonghaseyo” ucapnya dengan sopan dan membungkukkan tubuhnya. Sejak kapan eunbi-ku bersikap seperti ini padaku? Bukankah ia lebih suka langsung menggandeng tanganku jika bertemu denganku? Dan dimana senyum manisnya bukankah ia selalu tersenyum saat melihatku? Dan dimana sinar mata yang selalu kurindukan saat mata kami bertemu, apakah sudah hilang?

“E .. Eoh Annyeong” aku masih tak terbiasa dengan ini? bukankah ini yang selalu kumimpikan setiap hari? Bertemu dengannya. Tapi, tak seperti ini. Tidak dengan aura yang canggung seperti ini. Tubuhku sepertinya membeku, melihatnya seperti ini membuatku tersadar akan kesalahanku.

Kulihat ia hanya memandang kearahku tanpa ekspresi, mengapa ini terasa asing bagiku. Aku tak suka ini, apakah benar yang dihadapanku adalah hwang eunbi? Meski sekarang eunbi terlihat lebih dewasa dan juga lebih cantik, aku yakin ini hwang eunbi-ku.

“A.. Apa kabar eun-a?” aku tak mengerti mengapa suara-ku harus tergagap seperti ini, sebenarnya ada apa dengan tubuhku?

“Baik, anda?”

“Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja kan? Haha” aku berusaha mencairkan suasana dengan tertawa sambil menggaruk belakang kepalaku yang sama sekali tak gatal tapi sepertinya tak berhasil karena yang kulihat eunbi tak sedikitpun tersenyum. Kita terdiam cukup lama, aku tak mengerti mengapa bisa suasana-nya sangat canggung seperti ini.

“Sudah lama kita tak bertemu dan aku tak tahu kita akan bertemu disini” eunbi menolehkan wajahnya dan mata kami bertemu, dan sialan! Mengapa jantungku berdetak cepat sekali?

“Aku melihat beritanya tentangmu di televisi, maafkan aku. Aku sangat menyesal.”ucapku dengan tulus, kulihat matanya yang seolah enggan berpapasan dengan mataku

“Gwenchanayo Song Manse-ssi” balasnya, ia menatap mataku dengan dingin seperti taka da nyawa ditubuhnya. Benarkah ini hwang eunbi? Mengapa ia bertingkah seperti ini. seperti bukan dirinya

“Apakah kau benar-benar tak apa? a-aku selama ini tak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkanmu eun-a” Kulihat eunbi memalingkan wajahnya dan keheningan pun kembali menegelilingi-ku dan eunbi.

Kuputuskan untuk melangkahkan kakiku mendekat padanya namun respon yang eunbi berikan benar-benar mengejutkanku, eunbi memundurkan tubuhnya ia menghindariku! Hwang eunbi menhindariku! Dan seketika badanku seperti membeku. Apakah kesalahanku dulu terlalu fatal?

“Mianhae, jeongmal mianhae eun-a. Aku minta maaf, aku tahu perbuatanku dulu benar-benar tak pantas dilakukan. Aku benar-benar minta ma-” suara-ku tercekat saat melihat namja tinggi itu mendekati eunbi lalu melingkarkan tangannya dipundak eunbi-ku. Tunggu, berani-beraninya dia!

“Ternyata kau disini” gumam namja itu lalu mencium pipi eunbi dengan santainya dan ajaibnya senyum eunbi mengembang, demi apapun aku sangat merindukan senyuman itu.

“Oppa! Jangan seperti ini, ada banyak orang. Sudah berapa kali aku bilang jangan lakukan ini dikorea” cicit eunbi dan berusaha melepaskan rangkulan namja berambut coklat itu

“Kukira kau hilang, aku sudah mencarimu di waiting room dan studio tapi kau tak ada.”

“Bukankah kita berjanji bertemu di basement?” ucap eunbi polos, dan kulihat namja itu gemas dan menejepit hidung eunbi dengan kedua jarinya. Hey? Apa mereka tak melihat aku masih disini?

“Aku sudah bilang jika aku akan menjemputmu di waiting room, dasar pikun.”

“Ehm!” kulihat mereka berdua melihat kearahku dan langsung eunbi melepaskan rangkulan namja itu lalu menggenggam tangannya

“Oppa, perkenalkan ini song manse. Ia sunbae-ku saat JHS”

“Annyeonghaseyo Jasper Cho imnida” namja itu tersenyum dengan lebar dan mengulurkan tangannya padaku

“Annyeonghaseyo Song Manse imnida” tanpa sadar aku menyambut uluran tangan namja itu

“Song Manse-ssi, kami buru-buru apa tak masalah aku membawa eunbi sekarang?” dengan bodohnya aku mengangguk. Aku tak bisa berfikir apapun saat ini, otakku terasa kosong. siapa namja ini? apakah ia namjachingu eunbi? Tak mungkin, bahkan aku tak pernah memikirkan eunbi mempunyai pria lain selain aku. Tapi, mengapa hatiku rasanya sakit sekali

“Mari Song Manse-ssi” ucap namja itu dan yang eunbi lakukan hanya diam saat namja itu menariknya dan meletakkan tangannya di pinggang eunbi. Dan yang lebih menyakitkan adalah eunbi tidak menoleh padaku dan malah tersenyum satelah namja itu membisikkan sesuatu ditelinga eunbi, mengapa aku tak bisa menerima ini? Eunbi mencintaiku. Dia tak boleh bersama pria lain selain aku.

Kukepalkan tanganku, ingin rasanya kuraih tangan eunbi dan membawa eunbi kepelukanku tapi aku tahu jika aku melakukan itu sekarang eunbi akan semakin menghindariku. Tak bisakah kita kembali seperti dulu? Bahkan aku rela jika eunbi marah dan menangis maraung-raung padaku, daripada ia diam seperti ini. Tuhan, apa kesalahanku memang sudah tidak bisa dimaafkan?
===============================0o0============================

AUTHOR POV
Setelah Hwang Eunbi pergi dari kehidupan Song Manse tak ada satupun hal yang bisa dilakukan oleh manse dengan benar. Hari-harinya dipenuhi dengan penyesalan.
Setiap hari ia hidup seperti orang yang tak punya tujuan hidup, ia hanya melakukan hal yang tak disukai oleh eunbi, terbangun di siang hari, melewatkan sarapan, merokok, dan malamnya ia pergi ke club dan ‘sedikit’ bermain dengan wanita lalu mabuk sampai setiap hari manajer-nya harus menjemput manse di club, tak jarang manajer-nya mendengar manse menyebut eunbi dalam tidur-nya, manse melakukan itu agar eunbi melihat bagaimana hancur manse dan berharap eunbi kembali dan langsung memarahinya lagi-seperti dulu-

‘Jika saja aku tak meninggalkannya, apakah ia masih berada disini bersamaku?’
‘Maafkan aku eun-a’
‘Aku memang brengsek, bagaimana bisa aku meninggalkannya begitu saja’
‘Aku tak pantas hidup’
‘Kau harus bertahan Hwang Eunbi’
‘Kembalilah padaku, Jebal’

Sekuat apapun manse menyanggah ia selalu mengingat eunbi, ia tak pernah tahu jika eunbi berpengaruh sangat besar pada hidupnya. Bahkan saat manse patah hati pada cinta pertamanya-sarang- ia tak seperti ini, memang ia menjadi lebih nakal saat sarang menolak perasaannya tapi hanya hwang eunbi yang dapat menyadarkan manse untuk menjadi lebih baik, tapi setelah eunbi juga pergi disisi-nya ia tak tahu harus bagaimana.

Tak ada seorangpun yang dapat mengerti perasaannya saat ini, tak ada satupun. Semua yang manse sukai sudah menjadi hal yang membosankan tanpa eunbi disampingnya. Film yang dulu sangat disukainya sudah tak lagi menarik, bahkan saat manse tersenyum ia merasa ingin menangis, saat berjalan sendiri ia selalu melihat bayangan eunbi sedang menggandeng tangannya dengan senyuman bodoh-yang disukai manse-, bahkan selama ini manse selalu memakai cincin yang diberikan eunbi memang tidak secara langsung tapi ia menjadikan cincin itu sebagai kalung karena menurutnya dengan begitu akan menjadi lebih dekat dengan jantungnya, dan jangan lupakan manbi yang sudah menjadi bagian dari hidup manse, tak jarang manbi tidur bersama manse jadi tak aneh jika manse menangis saat manbi mati.

Jika kalian bertanya-tanya apakah kecelakaan 4 tahun silam ada sangkut paut-nya dengan eunbi? Jawaban kalian benar. Jika saja eunbi ada disampingnya dan memberinya semangat, ia yakin ia takkan melakukan hal yang bodoh seperti itu. Ya, manse sengaja melaju keluar arena dan mendapatkan luka dan cedera yang cukup serius di kaki dan kepalanya.

Untung saja sebelum dimulai balapan manse tahu jika eunbi sudah sadar dari koma-nya dan sedang melakukan pengobatan intensif. Jika saja manse tahu eunbi tak bisa membuka matanya lagi, ia yakin ia akan menabrakan mobilnya dengan brutal dan pergi menyusul eunbi saat itu juga.

“Manse-a sekarang kau harus fitting baju di butik untuk acara besok.” Ucap lee seojun setelah menempelkan pantat-nya di sofa kesayangan manse

“Besok ada acara apa?”

“Besok adalah ulangtahun perusahaan hyung-mu. Ya! Aku sudah mengingatkanmu kemarin”

“Aku takkan datang” ucap manse malas dan kembali melihat majalah bisnis yang ada dipangkuannya

“Kau yakin? Aku kira kau akan lebih menyukai bertemu langsung dengan orang-nya daripada melihatnya di majalah itu.” Perkataan lee sejoun berhasil menarik perhatian manse

“Apa maksudmu?” manse mengatakan itu dengan serius

“Apakah alcohol itu sudah meracuni isi otakmu? Kakakmu adalah CEO perusahaan besar, tak aneh bukan jika ia mengundang partner bisnisnya, termasuk hwang eunbi? Yang aku tahu mereka sedang memiliki proyek bersama, dan aku yakin eunbi akan datang besok. Bagaimana? Kau akan datang?”

“Tentu saja” manse kembali berbaring sambil melihat majalah lagi

“Song Manse, berhentilah melihat majalah itu. Matamu akan keluar karena membacanya setiap hari”

“Shireo! Majalah lain tak punya wajah eunbi-ku seperti majalah ini”

“Dasar maniak hwang eunbi, ya! Kau tahu aku sampai memohon-mohon saat kau berkata ingin bersama di acara interview bersama hwang eunbi. Dan kau tak sekalipun berterima kasih padaku.” Tutur seojun dengan wajah merajuknya

“Gomawo”

“Arassso, tapi manse-a apakah aku boleh meminjam mobilmu?” Manse mengangguk namun matanya masih terfokus pada majalah kesayangannya

“Gomawo manse-a kau memang teman terbaikku! Aku pergi dulu, jangan lupa kau harus ke butik sore ini” lee seojun langsung menyambar kunci mobil yang berada di tempat yang sudah dihafalnya

“Bagaimana aku akan ke butik jika mobilku dicuri oleh manajer-ku sendiri?”

“Ya! Kau bukan orang yang hanya mempunyai 1 mobil. Kau bahkan menganggurkan mobil keluaran terbaru yang harganya selangit. Aku bahkan bertanya-tanya mengapa kau selalu memakai mobil jadul itu.”

“Hwang eunbi”

“huh?” seojun mengerutkan dahinya

“Aku selalu memakai mobil itu bersama eunbi” lee seojun terdiam, ia melihat raut manse yang tak berpaling sedikitpun dari majalah yang sedang dilihat-nya. Sebenarnya seojun selalu hati-hati jika berbicara tentang hwang eunbi, ia tak ingin manse emosional seperti dulu. Sangat jelas seojun adalah sahabat sekaligus manajer manse yang paling setia, bahkan dulu saat manse dicampakkan oleh cho sarang seojun masih mampu menangani manse untuk tak berbuat yang aneh-aneh. Tapi untuk kasus hwang eunbi, lee seojun menyerah. Ia tak tahu apa yang sudah eunbi lakukan pada manse hingga sahabatnya bisa se-gila ini setelah ditinggalkan.
Manse merusak dirinya, sudah tak terhitung berapa kali ia harus menjemput manse di club entah itu karena mabuk parah atau berkelahi dengan pengunjung lainnya. Hanya ia dan tuhan yang tahu seberapa besar pengorbanan seojun untuk menyogok para wartawan untuk tak memberitakan hal itu pada media.

Setelah bertemu hwang eunbi beberapa hari yang lalu di PLC Entertainment, ia melihat manse yang cukup berubah. Sekarang manse tak lagi menyentuh alcohol, rokok, dan hal lain yang bisa merusak dirinya kecuali 1 hal. Song manse masih mengkonsumsi obat tidur-nya. Tapi tak masalah karena diam-diam seojun mengkonsultasikan masalah manse pada dokter pribadi keluarga song.

“sudahlah sana pergi, jangan biarkan jieun menunggumu”

“arasso, annyeong!”

Setelah seojun pergi, manse masih memandangi wajah eunbi yang sedang tersenyum di majalah itu. Seakan nyata, manse mengelus pipi eunbi yang ada dimajalah itu dengan lembut.

“Aku merindukanmu eun-a” manse mengeluarkan senyum penuh arti dan menatap foto eunbi dengan tatapan yang sulit diartikan
TO BE CONTINUED . . . . .

See you in the next chapter guys! Pyong^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s