YOUNG LOVE #1 – In Your Eyes

PhotoGrid_1480506300761

 

TITLE : YOUNG LOVE
AUTHOR : IYONGIE
MAIN CAST : LEE YONGJIN, JUNG JAEHYUN
ANOTHER CAST : CHOI HANA
LENGTH : CHAPTER
GENRE : ROMANCE, SCHOOL LIFE, FRIENDSHIP
RATING : PG-15
SUMMARY : “Even it’s a bit hard because we’re still young, there are still much time for us”
€ Storyline by Iyongie

Typo is my style
HAPPY READING !

===========================STORY BEGIN ==============================

Remember that day when we first met
Dazzling and radiant eyes dan gave me such a day

YONGJIN POV
Perkenalkan, namaku Lee Yongjin. 8 januari kemarin aku genap berumur 16 tahun, aku sangat menyukai rilakkuma. Sejak kecil aku selalu merawat rambut hitam bergelombang-ku karena aku sangat suka jika eomma sudah melakukan hal yang aneh seperti mengepang atau menggelung rambutku seakan aku ini boneka-nya. Aku mempunyai kulit seputih susu yang membuat kakak perempuanku selalu cemburu karena kulitnya lebih gelap, tubuhku cukup tinggi untuk seumuranku-160cm-menurut appa aku akan terus tumbuh tinggi jika aku selalu makan bayam. Karena itu makanan favoritku adalah bayam!

Aku sangat menyayangi keluargaku, tak ada yang lebih penting daripada keluargaku di dunia ini. Tapi entah mengapa hari-hari selalu terlihat sama untukku, sama sekali tak ada yang special. Kegiatan yang kulakukan selalu sama setiap harinya, seakan-akan hanya tempat itu yang menjadi rotasi hidupku. Bahkan aku jarang meluangkan waktu untuk bersenang-senang dengan teman sebaya-ku karena memang aku tak terlalu pandai untuk bergaul, dan keadaan seperti sekarang ini adalah keadaan yang paling kubenci. Aku harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Ya, aku baru masuk ke sekolah menengah atas atau lebih tepatnya di Taesan high school yang sangat terpandang di korea, bukan hanya karena biaya sekolahnya yang sangat mahal tapi juga karena sekolah ini tak pernah gagal untuk mencetak orang sukses terbukti dengan lulusan-lulusan yang sudah membuktikan kebolehannya pada dunia.

Jika kalian berfikir aku berasal dari keluarga yang kaya raya kalian salah besar karena aku bisa sekolah di sekolah se-besar ini hanya ‘keberuntungan’ mendapatkan beasiswa yang ku ikuti secara random. Ayahku hanya seorang pemimpin perusahaan yang sederhana dan ibuku hanya ibu rumah tangga tapi cukup untuk menghidupi keluarga kecilku dan menyekolahkan kakak-ku untuk melanjutkan pendidikannya di universitas.

Aku sama sekali tak merasa minder dengan latar belakang keluargaku, setidaknya tidak akan ada teman yang berpura-pura mendekatiku hanya karena kekayaanku saja. Dan aku sangat terbiasa untuk sendiri kemanapun. Seperti saat ini aku sudah berada di kelas baruku dan memilih tempat duduk di bangku paling depan dekat jendela agar bisa memandang langsung pada taman, entah mengapa aku selalu memilih tempat duduk yang sama seperti saat dulu aku menginjakkan kaki di taman kanak-kanak sampai sekarang. Mungkin ini adalah tempat yang tepat untuk orang yang tak mau repot mencari cara mendapatkan teman pada hari pertama masuk sekolah.

Kulihat sudah banyak orang yang memasuki kelas dan hampir semua bangku terisi dan hanya kursi dibelakangku yang kosong. Kudengar bel berbunyi dan semakin banyak orang yang memasuki kelas, ada yang sudah terlihat dekat dan saling merangkul lalu tertawa, ada yang menunjukan make-up terbarunya, ada yang asik membaca komik dan aku hanya bisa tersenyum dan kembali membaca buku pelajaran yang sudah disediakan di setiap loker siswa baru.

Kulihat ada seseorang menempati tempat dibelakangku dan aku sama sekali tak tertarik untuk menoleh sedikitpun. Saat Kim saem datang dan berdiri didepan kelas secara refleks ku tutup buku yang sedang kubaca dan pandanganku langsung tertuju padanya.

“Baiklah anak-anak seperti yang kalian tahu saya Kim Soojung adalah wali kelas kalian sampai kalian berada di tingkat akhir nanti, agar terdengar lebih akrab kalian bisa memanggilku kim saem. Selain menjadi wali kelas kalian saya akan mengajar pelajaran sains.” Ucapnya lembut khas wanita yang memang sudah lumayan berumur, kutebak umurnya 32 tahun

“Karena ini adalah pertama pertemuan kelas saya akan mentoleransi dengan tidak memulai pelajaran dan hanya akan berkenalan dan membuat kalian beradaptasi dengan sekolah ini, setuju?”

“NDE!!!!” aku tersenyum dan terdengar suara riuh anak-anak dan saat ku palingkan wajahku ke belakang untuk melihat, ada yang bersiul ada yang tepuk tangan dan tersenyum lebar dan sesaat jantungku terasa berhenti bekerja untuk berdetak karena mataku terjebak didalam mata coklat itu.
Suara kim saem terasa samar karena aku terlalu focus pada mata itu, tak tahu berapa lama aku terjebak pada mata itu dan pada saat tersadar segera ku palingkan wajahku dan memperhatikan apa yang kim saem katakan.

‘mengapa ia menatapku seperti itu? dan ada apa dengan matanya, ini pertama kalinya aku melihat mata berwarna coklat secara langsung seperti itu, apa ia bukan orang korea?’ batinku

“Ah ibu lupa, ada 2 orang yang tak ikut masa orientasi dikelas ini jadi kalian belum pernah melihatnya. bagaimana jika kita minta mereka kedepan dan mengenalkan diri?”

“Setuju!” ucap pria yang duduk paling belakang dan mempunyai dagu yang sangat lancip dan itu memancing teman-teman yang lain untuk menyetujuinya

“Baiklah, Lee Yongjin dan Jung Jaehyun silakan kedepan”

Dengan langkah yang percaya diri aku bangkit dari tempat duduk-ku dan berjalan ke depan kelas mengikuti pria yang duduk dibelakang yang sudah mendahuluiku.

“Perkenalkan dirimu dan tolong katakan apa alasan kau tak ikut masa orientasi pada teman-teman kalian” kim saem mengatakan itu masih dengan lembut dan senyum yang menenangkan, sepertinya aku akan menambahkan kim saem pada guru favoritku.

Saat aku masih memperhatikan kim saem aku merasa pria disebelahku menatapku dan saat ku palingkan wajahku aku kembali terjebak di mata itu-lagi- tapi kali ini aku berhasil mengendalikan pikiranku. Ia mengerutkan keningnya seakan melihatku seperti orang aneh

“Ladies First” bisiknya, bahkan saat berbisikpun suaranya terdengar berat.

“Annyeonghaseyo, Lee Yongjin imnida, saya berasal dari Henji Junior High School, alasan saya tak mengikuti masa orientasi adalah saya dirawat di rumah sakit. Maaf karena tak bisa ikut masa orientasi bersama kalian dan saya harap kita bisa berteman. jalpeutakderimnida” ucapku dan membungkukan badanku

“Yeppuda!” teriak salah satu siswa dan selanjutnya ada suara siulan, kupaksakan untuk tersenyum dan kulihat para siswi melihat sengit padaku

“Aigoo yongjin-a apakah kau yakin sekarang sudah baik-baik saja?”

“Nde saem, saya sudah sembuh” jawabku sambil menunjukan senyuman terbaikku

“Kau harus menjaga kesehatanmu mulai sekarang, kau sudah lihat jadwal kita kan? Kita belajar dengan jadwal yang sangat padat, jangan lewatkan makanmu dan kurangi makan makanan instan. arasso?”

“nde saem”

“Selanjutnya, silakan”

“Annyeonghaseyo Jung Jaehyun imnida, saya berasal dari Taesan junior high school. Saya tidak bisa mengikuti masa orientasi karena pada saat itu saya sedang ada jepang untuk mewakili korea pada Lomba Internasional untuk pelajaran matematika. ” ia mengatakan itu dengan wajah yang datar tanpa senyuman dan respon dari siswa lain adalah decak kagum dan yang sangat jelas adalah teriakan para siswi yang sepertinya mulai terpikat pada pria yang saat ini menatap keluar jendela.

“Aigoo jadi ternyata kau siswa yang sering dibicarakan kepala sekolah, ibu tak menyangka ada dua orang yang berprestasi dikelasku sekaligus.”

“Nde???” para siswa menuntut penjelasan

“Ya, seperti yang ibu katakan beberapa menit yang lalu. Ada dua orang yang berprestasi dikelas 1-4 ini, Yang pertama adalah Lee Yongjin, ia berada di peringkat ke-3 saat mendaftar ke sekolah ini dan ia mendapatkan beasiswa full, bukan hanya itu yongjin juga mempunyai sertifikat dan mendapatkan peringkat pertama dalam bidang sains dan seni tari. Sedangkan jaehyun ia berada di level internasional dalam bidang matematika dan ia masuk tanpa test ke sekolah ini dan langsung menjadi peringkat pertama di angkatan ini. dan kesimpulannya, di kelas ini kita punya peringkat 1 dan 3, ibu yakin kelas kita takkan pernah mendapatkan julukan kelas terendah. Baiklah jaehyun-a yongjin-a kalian boleh kembali ke tempat duduk kalian”

Setelah itu kami bertanya dan saling membagi kesan masuk ke sekolah ini, dan kim saem menjawab dengan antusias baik itu pertanyaan ataupun berbagi pengalaman di di sekolah ini. Waktu terus berjalan dan saat kulihat jam tanganku sudah menunjukan waktu istirahat lalu tak lama kemudian suara bel terdengar sangat nyaring.

“Oh ya ibu lupa untuk memilih ketua kelas, apakah ada yang ingin mencalonkan menjadi ketua kelas?” taka da yang menjawab dan dalam sekejap kelas menjadi hening

“Baiklah terpaksa ibu yang akan memilih. Emm jung jaehyun apa kau ingin membantu ibu untuk memimpin kelas ini?” kim saem melihat jaehyun dengan tatapan yang meneduhkan, dan tak lama kemudian pria itu menjawab

“Nde saem”

“Baiklah, mulai dari sekarang ketua kelas 1-4 adalah jung jaehyun. Baik-baiklah pada jaehyun karena ia bersedia membantu ibu mengurus kalian selama disekolah ini.”

Kim saem keluar kelas setelah kami mengucapkan salam dan tak perlu waktu yang lama kulihat teman-teman lain segera berhamburan keluar kelas sambil membicarakan apa yang akan mereka makan. Setelah kurapikan barang-barangku, ku langkahkan kakiku menuju tempat yang selalu ingin kudatangi semenjak pertama kali melihatnya, ya perpustakaan.
YONGJIN POV END

========= AT LIBRARY =========

I have been told once but
I felt the heart beating on that day
AUTHOR POV

Perempuan cantik yang sedari tadi terlelap tiba-tiba terperanjat dan sedikit menggeserkan kursi yang sedang didudukinya, bagaimana tidak? karena saat ia membuka mata dan menggosok matanya ia melihat pria yang tadi berdiri disebelahnya saat didepan kelas sedang memperhatikannya.

Entah sejak kapan yongjin terlelap dimeja itu, tapi ia tahu jika ini belum waktunya masuk kelas kembali. Segera ia membenarkan cara duduknya dan menyelipkan rambut yang menghalangi pandangannya ke belakang telinga. Tapi yongjin tetap merasa jika pria itu masih memperhatikannya, saat ia memalingkan wajahnya ia langsung melihat dengan jelas mata itu lagi dan lagi, sebenarnya mengapa pria itu selalu melihat langsung pada matanya? Apa ada yang salah dengan yongjin?

“Jika kau ingin tidur, sebaiknya jangan disini. Kau tahu jika perpustakaan adalah tempat bagi orang yang ingin membaca dan menambah ilmu, bukan untuk mengotori buku-buku itu dengan air liurmu” lirih jaehyun dengan suara beratnya dan mau tak mau yongjin mendengarnya dan langsung menganga.

Yongjin terbelalak memandang pria yang baru saja meledeknya secara tak langsung. Ia tak menyangka pria berkacamata dan memiliki kepintaran yang sangat tinggi ini mampu mengeluarkan kata-kata yang sangat kasar menurutnya. Apakah ia tak boleh tidur? Ia juga butuh tidur karena sepanjang malam tadi yongjin hanya berguling-guling tak jelas dikasurnya.

Karena tak ingin beradu mulut dengan pria yang sudah termasuk dalam Top 10 yang harus dihindarinya yongjin membereskan buku yang dibacanya sebelum terlelap lalu berdiri

“Sebaiknya kau tak perlu kembali kesini jika kau ingin tidur siang, aku sangat benci melihat seseorang yang tidur di perpustakaan, seperti tak punya rumah saja” jaehyun memandang yongjin dengan seksama dan memberikan tekanan pada setiap katanya

“Chogiyo, aku tak melihat ada larangan untuk tidak tertidur disini dan perlu kau ketahui jika aku tak mengotori buku-buku ini dengan air liurku karena aku tak tertidur tepat diatas bukunya. Dan jika kau tak ingin melihat seseorang tidur diperpustakaan” yongjin menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkannya melalui mulut mencoba menenangkan pikirannya agar tak meledak “kau bisa memilih tempat duduk yang lain dan jangan memilih duduk disebelah orang yang sedang tertidur sedangkan ruangan ini sangat luas dan ratusan kursi sedang menunggumu untuk mendudukinya. Permisi” yongjin melangkahkan kakinya keluar perpustakaan setelah menyimpan kembali buku yang hanya dibaca bagian pendahuluannya saja dengan wajah yang sedikit merengut, tak tahu pria yang tadi beradu mulut dengannya tengah menunjukan senyumannya dibalik buku yang ia baca
=====================================================================================

Hari demi hari berlalu dengan cepat, dan disiniliah yongjin yang masih asyik dengan kesendiriannya. Ia tak bermaksud untuk mengasingkan diri dengan teman-teman yang lain, ia hanya terlalu nyaman dengan kesendiriannya, tak ada sahabat, tak ada yang namjachingu, tak ada siapapun.

Yongjin sadar jika ia memang sedikit menarik dimata pria, mungkin karena penampilan atau kepintarannya? Ia juga tak tahu, yang ia tahu sudah tak terhitung pria yang mengajaknya berkencan secara terang-terangan. Ia benar-benar menghargai setiap orang yang mengaguminya tapi entah mengapa yongjin benar-benar tak tertarik dengan terikat oleh suatu hubungan, ia selalu menolak dengan halus dan meminta para siswa untuk belajar dengan giat daripada menghabiskan waktu untuk berpacaran.

Tapi ada yang aneh selama seminggu ini, setiap yongjin berusaha untuk memejamkan mata dimalam hari ia selalu mengingat tatapan mata ‘itu’, seakan mata itu selalu mengawasi setiap apapun yang yongjin lakukan. Ia sendiri tak mengerti apakah ini hanya karena rasa ‘segan’ karena ia tahu jika jaehyun adalah pria yang sangat diagung-agungkan disekolah ini atau memang karena hal lain tapi yang jelas yongjin tahu jika mata itu menunjukan rasa yang, kesepian.

Dan yang membuat yongjin kesal adalah setelah kejadian diperpustakaan itu jung jaehyun bersikap seakan-akan tak pernah terjadi apapun dan bahkan nyaris mengabaikan keberadaannya berbanding terbalik dengan yongjin yang uring-uringan merasa kesal karena ada orang yang secara tak langsung melarangnya ke pepustakaan dan sialnya orang itu cukup berpengaruh disekolah ini. Tapi itu tak membuat yongjin menyerah ia selalu datang ke perpustakaan dan berusaha untuk tak tertidur, jika ia tak sengaja bertemu dengan jaehyun ia selalu mencari cara untuk tak langsung menatap mata itu.
===================================================================================
Jung Jaehyun memiliki rambut hitam legam yang lurus dan ia mempunyai hair style yang pendek dan sebagian poninya ia buat untuk tak menghalangi pandangannya dan itu sukses menampilkan dahinya yang sempurna, kulitnya seputih susu, alisnya sangat tebal dengan mono eyelid khas orang korea, bibirnya cukup penuh dan tipis berwarna merah alami, dan jangan lupakan rahang yang tercetak tegas dan dagunya yang lancip. Ditambah dengan tubuhnya yang membuat para siswi tergila-gila, bahkan seragam sekolahpun tak bisa menutupi tubuh atletisnya, kacamata yang selalu bertengger diwajahnya menambah kadar ketampanan jung jaehyun menjadi sempurna. Tampan, Cerdas, dan menjadi salah satu keluarga terpandang dikorea. Tak ada kekurangan pada jung jaehyun, bahkan ia sudah mempunyai fans dari kalangan siswi tingkat 1, 2, dan 3. Para guru pun tak dapat menolak pesona jung jaehyun yang sangat sulit untuk ditolak dan itu berhasil menjadikannya sebagai murid favorite.

Namun dari semua perempuan yang sudah menyatakan perasaannya tak ada satupun yang ia tanggapi, ia selalu menolaknya dengan keras dan terkesan jahat. Bahkan ia tak mengucapkan apapun dan menjawabnya hanya dengan satu tatapan yang sungguh bisa membuat semua orang yang melihatnya merinding dan pergi tanpa membalas dari setiap pernyataan cinta yang ia dapatkan.

Suaranya bagaikan emas karena ia hanya mengeluarkan suaranya pada saat saat yang penting saja. Ia terlalu malas untuk meladeni hal-hal yang tak penting, seperti sekarang ini. Saat jaehyun sedang mencari buku di perpustakaan ia didatangi seorang siswi yang membawa sebuah bungkusan berbentuk persegi berpita pink.

jaehyun melirik sedikit ujung matanya dan dengan malas ia mendengarkan kata-kata yang dikeluarkan dari mulut perempuan itu. Saat jaehyun membalikkan pandangannya matanya terkunci dengan seseorang yang sedang memperhatikannya dari jauh. Suara perempuan yang sedang menyatakan cintanya menjadi samar dan jaehyun lebih terfokus pada seseorang yang juga sedang menatap kearahnya. ‘perempuan itu lagi’ batin jaehyun

AUHTOR POV END

YONGJIN POV

Pemandangan yang tak aneh, lagi lagi aku melihat jaehyun yang sedang dihampiri oleh salah satu siswi perempuan. Tapi yang membuat aku merasa tertarik adalah aku mengenal dengan baik siapa perempuan yang sedang mencoba berbicara pada jaehyun. Choi Hana, dia adalah murid kelas sebelah yang terkenal oleh kecantikannya dan aku pernah beberapa kali mengobrol tentang pelajaran, hanya sebatas itu.

Aku tak pernah habis pikir kenapa ada seorang perempuan yang berani menyatakan perasaannya terlebih dahulu pada pria, apa ia tak malu? Eomma pernah bilang padaku jika perempuan itu sangat berharga dan memang seharusnya menjaga diri bukan menawarkan diri seperti itu.

Tapi aku sudah terlalu sering melihat ini, melihat jaehyun sedang mengabaikan seseorang yang menyatakan perasaannya. Sambil menggelengkan kepala aku memalingkan wajahku dan focus kembali pada buku yang sedang kubaca sebelum jaehyun datang ke perpustakaan.

BRAKK

Sepertinya aku harus memeriksakan jantungku pada dokter setelah pulang hari ini, karena entah mengapa aku selalu kaget pada hal-hal kecil seperti sekarang ini. Saat jaehyun melemparkan bungkusan berpita pink diatas buku yang sedang kubaca, yang kuyakin ada coklat didalamnya.

Pikiranku masih kosong dan tak mengerti apa yang terjadi disini. Mengapa ia meletakkan bungkusan ini dihadapanku? Apa yang ia inginkan? Apa ia memberikan ini padaku? Bukankah ini adalah bungkusan dari hana? Saat kupalingkan wajahku ke tempat tadi hana berdiri kulihat hana melihatku dengan tatapan yang tajam. Aku benar-benar tak mengerti tapi aku menyadari jika jaehyun duduk dengan santainya disampingku dengan buku yang sudah mendapatkan perhatiannya penuh. Dengan langkah cepat kulihat hana keluar dari perpustakaan.

“Apa ini?” bisik yongjin

“Wae, shireo?” jawab jaehyun berbisik tanpa memalingkan wajahnya dan tetap focus pada buku sains-nya. Aku memicingkan mataku karena sekarang ia sedang berbicara padaku dengan Bahasa informal, kupikir kita tak sedekat itu untuk memanggil satu sama lain seperti itu.

“Hana memberikan ini untukmu, bukan untukku”

“Ya, perempuan itu memberi ini berarti ini sudah menjadi milikku, dan aku memberikannya padamu. Wae apa aku salah? Atau kau tak mau menerima ini karena kau sudah memiliki banyak coklat dari para penggemar rahasiamu?” ucapnya sarkatis yang berhasil membuatku mengerutkan keningku

“Woah, orang-orang pasti tak percaya jika aku mengatakan kau berbicara sepanjang ini hanya untuk mengobrol denganku.” Ucapku sinis karena aku memang baru mendengar kalimat yang jaehyun lontarkan hanya untuk berbicara pada seseorang. Ia hanya diam tanpa membalas perkataanku lagi, lihat kan betapa dinginnya seorang jung jaehyun?

Setelah lama dalam keheningan karena memang aku tak ingin memulai percakapan dengannya kuputuskan untuk menutup buku-ku dan segera beranjak dari kursi

“Kau tak ingin mengambilnya?” ucapnya, kali ini ia mengalihkan pandangannya dari buku itu dan mematapku dengan intens

“Hana memberi ini untukmu, jika kau tak mau seharusnya jangan kau ambil dan malah memberinya pada wanita lain. Dan apakah kau tahu perbuatanmu tadi menyakiti perasaannya?”

“Kau menyukai coklat karena itu aku memberikan ini padamu. Apakah aku salah?”

“Apa?”

“Baiklah jika kau tak mau, kau bisa membuangnya ke tempat sampah. Tak perlu memberitahuku apakah perbuatanku salah atau tidak karena aku tidak peduli pada perasaan perempuan itu” setelah mengatakan itu jaehyun keluar dari perpustakaan dengan langkah yang cepat dan kulihat ada gurat marah diwajahnya

Tunggu, apakah jaehyun marah padaku? Tapi mengapa? Karena Choi Hana yang menyatakan cintanya atau karena aku yang tak mau menerima coklat ini? aku sungguh tak mengerti bagamana pikiran seorang jung jaehyun, ini adalah percakapan pertama kami saat terakhir ia menyuruhku tak kembali ke perpustakaan dan ia sudah kembali membuatku kesal karena sudah membuatku merasa bersalah pada hana sekaligus dengannya. Tapi apa salahku?

Apakah jaehyun punya keahlian untuk membuat orang lain merasa kesal sekaligus bingung seperti ini? Entahlah aku benar-benar tak ingin berurusan lagi dengannya, setiap dekat dengannya aku selalu merasa kesal tanpa alasan.

Dan sekarang harus ku apakan coklat ini?
Aku memang suka coklat, tapi darimana ia tahu jika aku suka coklat? Sudahlah itu tak penting
Apakah aku kembalikan saja pada hana? Tak mungkin, ia mungkin akan melemparkan coklat ini tepat pada wajahku jika aku nekad melakukannya
Lalu? Ya tuhan mengapa aku sebingung ini hanya karena pria menyebalkan itu

YONGJIN POV END

========= AT TAESAN HIGH SCHOOL ==========

AUHTOR POV

Setelah memarkirkan mobil mewahnya di halaman sekolah bagian barat Assisten Jang keluar dari kursi pengemudi dan membukakan pintu bagian belakang, dengan cepat jaehyun keluar sambil memperhatikan jam tangan rolex-ya

“Jaemin, hyung harus sekolah sekarang. Cepat kembalikan tasku”

“Aniyaaaa! Hyung sudah berjanji akan membawa haru noona ke korea saat libur musim panasku. Dan lihatlah, bahkan aku harus masuk sekolah sekarang. Aku membencimu!” rengek anak kecil yang duduk di kursi belakang dan sudah lengkap dengan seragam sekolah dasarnya namun mendekap erat tas sekolah milik jaehyun, terlihat matanya yang berkaca-kaca saat berteriak pada kakak pertamanya

“Bukankah hyung sudah bilang jika Seunghoon Samcheon meng-cancel liburannya dikorea karena kakek haru sedang dirawat dirumah sakit. Mereka janji akan menggantinya dengan merayakan natal dengan kita tahun ini.” jaehyun kembali masuk ke mobil karena harus membujuk adik kecilnya yang sedang merajuk, karena jaehyun tahu jika Jung jaemin sudah menginginkan sesuatu apapun harus dituruti

“Aku ingin bertemu haru noona sekaraaaang pokoknya sekarang hyung” Jaemin masih dengan rengekannya bahkan sekarang ia sudah mengeluarkan air matanya, jaehyun yang tak bisa melihat jaemin menangis ia langsung mengiyakan keinginannya

“Aigoo baiklah baiklah kau boleh mengunjungi haru ke jepang minggu depan, sekarang berikan tasku. 5 menit lagi kelasku dimulai. Cepat jaemin-a”

“Jinjja?” ucap jaemin dengan intonasi yang sangat berbeda dengan tadi, mataya membulat saat melihat jaehyun

“Eoh, tapi harus ditemani asisten jang. Hanya 2 hari dan kau harus kembali, tak ada alasan apapun. Hyung harus masuk kelas sekarang, belajar yang rajin Jung jaemin, jangan hanya bermain” jaehyun segera mengambil tasnya dari dekapan jaemin lalu mencium pipi adik kecilnya yang bulat, setelah berpamitan pada asisten jang jaehyun langsung berlari menuju lokernya karena ia harus mengambil buku untuk pelajaran hari ini.

Tapi saat membuka lokernya ia terdiam cukup lama karena ia melihat bungkusan perpita pink sudah tersimpan rapi didalam lokernya ditambah sepucuk kertas yang ditempelkan disela-sela pita.

‘Aku memang suka coklat, tapi aku tak mau memakan coklat yang di ‘untuk-kan’ pada orang lain.’

Tanpa pikir panjang jaehyun tahu siapa yang mengirim ini ke lokernya, dan tanpa ia ketahui bibirnya sudah membuat cekungan yang orang lain sebut senyuman.

==================== TO BE CONTINUE ==========================

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s