IT HAS TO BE YOU PART 3

PhotoGrid_1468143238460

 

TITLE : IT HAS TO BE YOU PART 3
AUTHOR : IYONGIE
MAINCAST : HWANG EUNBI (0C)
SONG MANSE (OC)
CAST : JASPER CHO (OC)
CHOI YUJU (GFRIEND)
KIM JOONMYUN (SUHO EXO)
BAE JUHYUN (IRENE RED VELVET)
KWON HARU
HWANG FAMILY,
SONG FAMILY
ETC
LENGTH : CHAPTERED

GENRE : ROMANCE, HURT, FAMILY, SAD.

RATING : PG-15

SUMMARY : “I know that my actions is cowardly. Even if you make fun of me by saying that I’m a coward. I still can’t let you go. ”

Typo is my style!

 

 

HAPPY READING

 

===================================0o0========================================

 

AUTHOR POV

 

Suasana pemakaman Jasper Cho berlangsung dengan haru. Suara tangisan tak berhenti terdengar bahkan sampai pemakaman selesai, semua keluarga besar cho datang untuk memberikan penghormatan terkahir untuk jasper cho.

Langit sudah berubah menjadi lebih gelap, bukan karena akan turun hujan. Tapi matahari sudah menyelesaikan pekerjaannya untuk menyinari Kota Busan. Dan didepan tempat istirahat terakhir jasper masih ada ibu dan adik jasper yang masih setia mengusap nisan jasper sambil menitikan air mata yang tak berhenti mengalir.

Berbeda dengan wanita yang berdiri tepat didepan makam jasper. Ia sama sekali tak meneteskan air mata atau bahkan meraung-raung seperti kebanyakan orang saat kekasihnya meninggal dunia. Ia hanya diam, dan menatap lurus pada nisan jasper dengan tatapan kosong.

“Eomoni, sebaiknya kita pulang. Sudah malam, tidak baik jika eomoni seperti ini. jasper hyung pasti akan sedih jika ia melihatnya.” Ucap pria yang bermata biru, yang eunbi tahu jika ia adalah suami dari adik kandung jasper, Daniel.

“Nde eomma ayo kita pulang, besok kita kesini lagi. Eomma bahkan belum makan sejak kemarin.” Bujuk clara sambil mengusap punggung nyonya cho. Dengan gerakan yang sangat lambat nyona cho berusaha untuk berdiri namun gagal. Ia terjatuh dan tak sadarkan diri.

“EOMMA!”

Eunbi dan beberapa orang yang masih berada di pemakaman terkejut saat melihat nyonya cho pingsan, dengan segera nyonya dibawa ke mobil dan menuju rumah sakit.

“Eonni, kau tidak pulang?” clara memegang tangan eunbi yang sudah membeku. Eunbi hanya menggelengkan kepalanya “Eonni, ayo kita pulang. Kau juga sama seperti eomma, belum makan sejak kemarin dan lihat tanganmu sudah membeku. Bagaimana jika kau sakit. Jika jasper oppa tahu ia pasti sudah memarahimu karena tidak memperhatikan kesehatanmu.” Bujuk clara dengan mata yang sembab

“Mungkin ia lebih kedinginan daripada aku sekarang.” Jawab eunbi bahkan nyaris seperti bisikan

“Eonni” baru saja clara akan mendebat eunbi karena tak mendengarkan nasihatnya tapi seorang pria dari belakang eunbi memegang kedua pundak yongjin dan berkata

“Gwenchana, aku akan disini menemaninya sebentar lagi dan akan mengantarkannya pulang dengan selamat.”

“Nuguseyo?”

“Aku? Penjaga-nya” pria itu menunjukan senyumannya yang sempat membuat clara kaget karena saking manisnya “Percayalah aku bukan orang asing, aku akan menjaga eunbi. Suho dan joohyun sudah ke hotel karena khawatir akan kehamilan joohyun yang sempat pingsan tadi.”

“Arassoyo, tolong jaga eunbi eonni. Dan pastikan ia makan karena saat dirumah duka ia hanya diam tak makan sama sekali. Dan ini adalah surat yang ditinggalkan jasper oppa sebelum berangkat menjadi relawan.” Ucap clara memeluk eunbi sebentar lalu terburu-buru menuju mobil yang akan membawanya ke rumah sakit tempat nyonya cho berada.

Keheningan mulai menyelimuti suasana di pusat pemakaman kota busan. Bahkan sekarang manse bisa mendengar suara angin yang semakin kencang dan suara daun yang berjatuhan. Sedikit menyeramkan memang tapi saat manse melihat eunbi semua pikiran menyeramkan itu hilang. Dan yang ia rasakan adalah rasa sedih yang mendalam. Bukan karena tangisan eunbi yang nyaring tapi karena tatapan mata eunbi yang begitu dalam melihat tempat istirahat terkahir jasper. Tak ada air mata, tapi manse bisa melihat jika mata eunbi mulai memerah.

Setelah melihat mobil Clara meninggalkan daerah pemakaman eunbi melihat surat yang ada ditangannya. Dengan perlahan ia membuka kertas yang ada didalam amplop berwarna putih.

 
————————————————————————————————————-

Hwang eunbi,
Bagaimana harimu?
Uh aku tak tahu kenapa aku sedikit merinding saat menulis surat wasiat kali ini, padahal setiap aku menjadi relawan aku selalu menulis surat seperti ini untukmu dan kembali dengan selamat.
Tapi jika kau sedang membaca surat ini, itu berarti sesuatu yang buruk telah terjadi padaku.

Eunbi-a sekarang kau sedang menahan tangisanmu bukan?
Gwenchana, menangis itu manusiawi.
Bahkan aku merasa senang jika kau menangis untukku, itu berarti aku sudah menjadi orang yang penting untukmu bukan?

Meskipun aku tahu jika aku takkan pernah bisa menggantikan posisi cinta pertama-mu, setidaknya aku adalah pria yang pernah singgah dihatimu.
Selama ini, aku tahu jika kau menerimaku bukan karena mencintaiku. Jauh didalam hatimu masih ada pria itu.
Aku sangat mencintaimu, dan kurasa kau sangat tahu akan hal itu. Masalahnya, apa kau benar-benar mencintaiku?

Dimulutmu kau selalu mengatakan jika kau mencintaiku tapi entah mengapa aku merasa kau sedang membohongiku.
Dan kau tahu? Aku bersyukur mengenal wanita yang nyaris sempurna sepertimu, aku benar-benar pria beruntung. Dan aku sangat berterimakasih karena kau mengizinkanku memasuki duniamu.

Eunbi-a aku menyimpan cincin ini dari setahun yang lalu.

Dan aku berniat untuk memberikan cincin ini padamu saat aku sudah pulang menjadi relawan, tapi jika kau sendiri yang membaca surat ini kau dapat mendapatkan cincin melalui surat ini.

Eunbi-a berbahagialah.

Kau hanya boleh menangisi kepergianku selama satu minggu, setelah itu lupakanlah aku. Jalani harimu dengan senyuman

Aku mencintaimu, selalu.

 

Jasper Cho

————————————————————————————————————-

 

Sesaat setelah eunbi mencapai kata-kata terkahir yang jasper ucapkan melalui surat, benda berwarna bulat itu mengalihkan focus eunbi. Seketika tangisan eunbi pecah, seperti ada sesuatu yang mengahalangi jalan nafas eunbi, ia berusaha bernafas dengan normal tapi tak bisa, sekeras apapun ia memukul dadanya itu tak membuahkan hasil.

Dengan terpenggal-penggal eunbi menangis dan semakin mendekati makam jasper, ia memukul tanah seakan-akan ia sedang memukul jasper oppa-nya.

“Babo-ya! Kata siapa aku tak mencintaimu? Bukankah aku sering mengatakannya berulang kali? Aku mencintaimu! Mengapa sampai akhir kau tak mempercayaiku?! Jika oppa tak ada, aku mungkin sudah menyerah dengan penyakitku! Alasan aku sembuh salah satunya adalah oppa!.” Ucap eunbi sambil terisak dan terus memukul tanah sampai-sampai ia terduduk dan menundukan wajahnya didepan nisan jasper
“Aku mencintaimu oppa, aku mencintaimu. Dan kenapa aku baru menyadari aku sangat mencintaimu saat kau pergi dariku seperti saat ini. Aku harus bagaimana?! Oppa!! Jasper oppa!! Kembalilah, aku berjanji akan bersikap lebih baik padamu. Akan kutunjukkan jika aku benar-banar mencintaimu. Oppa, dorawa jebal.” Siapapun yang mendengar tangisan bercampur jeritan yang eunbi ucapkan saat ini pasti akan tersentuh, tapi tidak dengan manse.

Ia melihat itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia sedih namun kecewa lebih mendominasi karena ia tahu jika sekarang bukan hanya ia yang berada di hati eunbi, namun juga ada pria lain.

Dalam pikiran terliarnya manse tak pernah menginginkan jasper pergi meninggalkan dunia secepat ini, ia akui memang pernah sempat berfikir menyingkirkan jasper tapi tidak dengan cara seperti ini. manse tak tahu ia harus bahagia tau sedih akan kabar yang ia terima kemarin saat mengunjungi kantor eunbi untuk mengajak kencan. Tapi melihat eunbi seperti ini benar-benar membuat hatinya sakit, sangat sakit.

Setelah menunggu eunbi tenang, manse mendekati eunbi yang masih tertunduk dan bahkan dahinya nyaris bersentuhan dengan dinginnya tanah.

“Eun-a sekarang sudah tengah malam. Ayo kita pulang, kau harus istirahat.” Ucap manse sambil memegang kedua pundak eunbi. Dan diluar dugaan, eunbi menurutinya dengan terpapah menuju mobil manse lalu pergi ke hotel yang kemarin ditempati eunbi dan manse saat pertama datang ke busan.

 

 

====== AT HOTEL ======

 

Sesaat setelah manse membuka pintu kamar hotel ia menuntun eunbi untuk duduk di sofa lalu berlutut dihadapan eunbi berusaha untuk membuka high heels yang eunbi pakai sejak kemarin.

‘bahkan ia tak sadar jika kakinya terluka’

Memang, saat kemarin eunbi pingsan dikantornya. Manse-lah yang membawanya ke UGD dan manse juga yang menguhubungi suho lalu mengantarkan eunbi ke rumah duka di busan.

Saat manse mendongkakkan kepalanya ia langsung bisa melihat wajah eunbi yang menatap kosong kearah depan.

“Kakimu terluka, aku akan mengambil air hangat untuk membersihkannya. Tunggu disini sebentar.” Ucap manse dengan hati-hati meletakkan kaki eunbi lalu berjalan kearah dapur dengan tergesa-gesa.

Setelah beberapa saat manse kembali dengan membawa tempat yang berisi air hangat lengkap dengan waslap. Dengan hati-hati manse membersihkan luka yang ada dikaki eunbi dan juga membersihkan bagian-bagian tubuh eunbi yang kotor karena tindakannya tadi.

TING TONG
TING TONG

“Makananmu sudah datang, tunggu sebentar.” Manse meletakkan waslap dan berlari ke arah pintu. Setelah memberi pelayan tips, manse meletakkan makanan yang sudah ia pesan didepan eunbi. Namun taka da respon samasekali

“Mau makan sendiri atau ku suapi?”

“Aku tak berselera” bisik eunbi

“Tapi kau harus makan, begitulah cara manusia bertahan hidup di dunia.” Gumam manse dan mengambil makanan sambil berusaha untuk menyuapi eunbi. Tapi tak berhasil, eunbi hanya terdiam tanpa membuka mulutnya sedikitpun.

“Eun-a, buka mulutmu. Makanlah, sedikiiit saja. Eoh?” bujuk manse tapi eunbi hanya diam

“Baiklah kau bisa makan nanti dan sekarang kau harus istirahat. Kau terlihat sangat pucat.” Manse sudah memegang tangan eunbi untuk menuntunnya ke kamar eunbi hanya diam dan tak sedikitpun menatap manse.

“Eun-a! jika kau tak ingin makan maka setidaknya kau harus istirahat! Bukan hanya diam seperti ini, jika kau sedih kau bisa menangis seperti yang kau lakukan tadi didepan jasper. Tapi jangan diam seperti ini, aku tak tahu harus melakukan apa.” Ujar manse frustasi

“Pergi” jawab eunbi. Kata-kata eunbi sekarang adalah perkataan paling dingin yang pernah manse dengar. “Aku bilang pergi, song manse-ssi.”

“Aku takkan pergi sebelum melihatmu tidur.” Kekeh manse

“Aku akan tidur saat kau pergi.”

“Ani, kau takkan tidur jika aku tinggalkan. Setidaknya jika kau sedih menangislah! Ada aku disini, kau tak sendirian eun-a”

“PERGI!!!” seketika eunbi berteriak dan melemparkan bantal yang ada di sofa kearah manse dengan brutal

“AKU TAKKAN PERGI! BAHKAN JIKA KAU MENGUSIRKU AKU TETAP TAKKAN PERGI. KAU MEMBUTUHKANKU EUN.” Ucap manse tegas dan mendekati eunbi “MENANGISLAH! JIKA ITU MEMBUATMU LEGA, ADA AKU DISINI. JEBAL, KAU TAK SENDIRI.”

“AKU TAK MENANGIS DIHADAPAN SEMBARANG ORANG! JADI PERGILAH!” eunbi semakin brutal dan mulai mengeluarkan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya dan seketika eunbi merasakan tubuhnya menjadi hangat dan ia hafal dengan dengan aroma ini, aroma yang membuat ia lemah dan akhirnya menyerah karena pelukan manse yang benar-benar kuat. Seberapa keras ia berusaha melepaskan pelukan ini ia tak mampu karena sebenarnya ia merindukan pelukan ini, pelukan manse-nya.

‘kau benar-benar wanita jahat eunbi. Bagaimana bisa kau merasa tenang dipelukan pria lain, saat pria-mu meninggal.’ batin eunbi

“AKU TAKKAN PERNAH PERGI, AKU TAKKAN PERNAH MENINGGALKANMU LAGI, TAKKAN PERNAH.” Ucap manse serak karena saat ini ia pun meneteskan air matanya, entah karena kepergian jasper atau karena melihat eunbi-nya hancur seperti ini. Manse mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala eunbi lalu mengirup aroma wanita-nya. Aroma yang selama ini ia cari dan ia rindukan, kini berada di pelukannya.

 

========================== TO BE CONTINUE==========================

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s